- Komunitas Kandang Gunung Semarang menolak proyek geothermal Gunung Ungaran dan Telomoyo
- Pengeboran kedalaman 3 kilometer mengancam situs cagar budaya Candi Gedong Songo serta pasokan air PDAM dan pertanian di sekitarnya
MATASEMARANG.COM – Gelombang penolakan terhadap rencana eksploitasi energi panas bumi (geothermal) di kawasan bentang alam gunung berapi Jawa Tengah makin meluas.
Komunitas Kandang Gunung Semarang juga telah menyatakan sikap menolak keras rencana pemerintah yang bakal melangsungkan pengeboran eksplorasi di kawasan Gunung Ungaran serta Gunung Telomoyo.
Ketua Komunitas Kandang Gunung Semarang Suwarsono SP mengungkapkan bahwa aktivitas teknis berupa pengeboran hingga kedalaman 3 kilometer di bawah permukaan bumi menyimpan risiko ekologis yang sangat tinggi.
Pengeboran dalam tersebut dinilai berpotensi merusak cagar budaya, memutus jaringan mata air hulu, hingga memicu bencana alam geologi berskala besar.
“Kami menolak rencana geothermal di Gunung Ungaran karena banyak risiko. Proyek ini akan merusak cagar budaya kawasan Candi Gedong Songo peninggalan Kerajaan Mataram Kuno serta mengganggu ekosistem kawasan pertanian hortikultura di Sumowono, Bandungan, dan sekitarnya,” ujar Suwarsono, Sabtu, 5 September 2026.
Ancam Pasokan Air PDAM dan Sentra Pertanian di 3 Kabupaten/Kota
Suwarsono menguraikan bahwa intervensi pengeboran pada struktur bawah tanah gunung berapi dipastikan bakal merusak serta mengubah alur ribuan titik sumber air alami di lereng Gunung Ungaran.
Dampak rusaknya tata air tanah tersebut mengancam pasokan air bersih yang dikelola oleh PDAM serta sumber irigasi pertanian di 11 kecamatan yang tersebar di tiga wilayah kabupaten/kota.
Wilayah terdampak mencakup Kecamatan Bandungan, Sumowono, Ambarawa, Banyubiru, Ungaran Barat, Ungaran Timur, Bergas, Bawen, dan Pringapus di Kabupaten Semarang; Kecamatan Limbangan, Boja, dan Singorojo di Kabupaten Kendal; serta Kecamatan Gunungpati di Kota Semarang.


















