- Seorang nelayan asal Indramayu hilang terseret arus di Perairan Lemah Abang, Jepara, sejak Sabtu, 29 Agustus 2026
- Korban terpental ke laut saat menarik jangkar perahu akibat hantaman ombak besar setinggi 20 mil dari bibir pantai
MATASEMARANG.COM – Tim SAR gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas Kantor SAR Semarang melalui Pos SAR Jepara terus melakukan pencarian intensif terhadap seorang nelayan bernama Sakim (65 tahun).
Korban dilaporkan tenggelam di Perairan Lemah Abang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Insiden nahas tersebut terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2026 sekitar pukul 23.00 WIB saat korban tengah melaut mencari cumi-cumi.
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika Sakim bersama dua rekannya berangkat melaut dari pantai Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB menggunakan perahu berukuran 4 GT.
Saat berada di posisi sekitar 20 mil arah barat Pantai Lemah Abang pada pukul 21.00 WIB, kondisi cuaca memburuk dan gelombang laut mulai meninggi.
Para nelayan tersebut lantas memutuskan untuk menarik jangkar guna mengamankan perahu.
Namun, saat proses penarikan jangkar berlangsung, hantaman gelombang besar membuat Sakim hilang keseimbangan hingga terpental ke laut.
“Dua nelayan lainnya yang berada di lokasi secara spontan berusaha memberikan pertolongan. Namun, kondisi gelombang yang cukup besar menyebabkan korban hanyut dan akhirnya hilang terbawa arus,” kata Budiono pada Selasa, 1 September 2026.
Setelah perahu berhasil kembali dan bersandar di Dermaga Lemah Abang, dua rekan korban langsung melaporkan musibah tersebut kepada pengurus nelayan setempat untuk diteruskan ke Pos SAR Jepara.
Tim SAR gabungan langsung menerjunkan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) guna menyisir area koordinat yang telah ditentukan sesuai rencana operasi SAR. Luasnya wilayah perairan menjadi salah satu kendala utama proses pencarian di lapangan.


















