Melamar Jadi Satpam di LN, Sejumlah WNI Malah Dipekerjakan sebagai Tentara Rusia

  • Kementerian Luar Negeri RI masih memverifikasi informasi mengenai WNI yang diduga bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia

MATASEMARANG.COM – Tergiur dengan gaji besar bekerja di luar negeri, beberapa warga negara Indonesia malah terjebak menjadi tentara negara lain.

Awalnya, mereka melamar menjadi satpam atau security  sebagaimana lowongan online. Namun dalam perjalanannya, mereka dipaksa beralih menjadi tentara.

Pemerintah Indonesia memberi perhatian serius fenomena WNI yang menjadi tentara perang untuk negara lain.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan saat ini delapan WNI diduga direkrut menjadi militer negara asing setelah awalnya mendaftar lowongan sebagai satuan pengamanan atau tenaga administrasi.

“Para WNI ini kemudian mendaftar, lalu dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara. Begitu informasi yang kami dapat,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Dasco mengatakan informasi tersebut diperoleh dari otoritas intelijen. Menurut dia, perekrutan WNI tersebut dilakukan oleh negara pihak ketiga dengan menawarkan lowongan pekerjaan bergaji besar.

Ia memastikan intelijen Indonesia dan Kementerian Luar Negeri RI telah melakukan antisipasi, berkoordinasi, serta mengirimkan ratusan utusan ke negara-negara terkait untuk menangani persoalan tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia masih memverifikasi informasi mengenai WNI yang diduga bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia. Sejak beberapa tahun lalu, Rusia berperang dengan Ukraina.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan verifikasi dilakukan melalui Perwakilan RI serta koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Pos terkait