- Pemprov Jateng merekomendasikan pendiri BNI RM Margono Djojohadikusumo sebagai calon Pahlawan Nasional tahun 2026 ke Kementerian Sosial
- Dinsos Jateng menegaskan pengusulan murni berlandaskan rekam jejak perjuangan ekonomi dan diplomasi almarhum, bukan karena faktor politik
- Berkas pengusulan RM Margono kini sedang dikaji oleh TP2GP Pusat bersama enam nama calon pahlawan lainnya dari Jawa Tengah
MATASEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mengusulkan sosok pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) sekaligus tokoh pergerakan asal Banyumas, Raden Mas (RM) Margono Djojohadikusumo, sebagai calon Pahlawan Nasional pada tahun 2026.
Pengusulan tersebut didasari atas rekam jejak serta kontribusi besar Margono dalam meletakkan pondasi finansial dan moneter Republik Indonesia pada masa awal kemerdekaan.
Inisiatif pengusulan RM Margono Djojohadikusumo berawal dari aspirasi masyarakat yang dihimpun oleh paguyuban Seruan Eling Banyumasan sejak Maret 2025.
Setelah melalui serangkaian pengkajian mendalam dan pemenuhan berkas administrasi di tingkat daerah, Gubernur Jawa Tengah meneruskan rekomendasi resmi tersebut ke Kementerian Sosial pada 6 April 2026.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Isriadi Widodo menegaskan bahwa Margono memiliki peran yang sangat vital dalam mempertahankan kedaulatan ekonomi bangsa pada masa krisis pascaproklamasi.
“Yang utama memang Margono pendiri bank pertama nasional Republik Indonesia di awal kemerdekaan. Tentunya itu berdampak ekonomi yang sangat membantu dengan keberadaan BNI, sehingga sampai sekarang juga masih eksis dan cukup besar,” ujar Isriadi Widodo di Semarang pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Bantah Unsur Kepentingan Politik
Selain sumbangsih besarnya dalam mendirikan BNI sebagai benteng moneter pertama Indonesia, Margono mencatatkan rekam jejak perjuangan politik dan diplomasi yang luas.
Margono tercatat aktif sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), menjabat sebagai Ketua DPA pertama, serta terlibat aktif dalam perundingan krusial seperti Perjanjian Roem-Roijen hingga Konferensi Meja Bundar (KMB).


















