Listrik Jateng Surplus 44 Persen, Walhi Pertanyakan Urgensi Proyek Geothermal Gunung Ungaran

Deputi Direktur Walhi Jawa Tengah Nur Colis (foto: dok Walhi Jateng)
Deputi Direktur Walhi Jawa Tengah Nur Colis (foto: dok Walhi Jateng)
  • Walhi Jateng mempertanyakan urgensi proyek geothermal Gunung Ungaran, mengingat listrik Jateng-DIY surplus 44,94% (2.200 MW)
  • Proyek pengeboran dinilai mengancam kelestarian Candi Gedong Songo, risiko penurunan muka tanah, serta pencemaran sumber air bersih warga

MATASEMARANG.COM – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Tengah melayangkan kritik keras dan mempertanyakan urgensi langkah pemerintah yang berencana menerbitkan izin proyek energi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran.

Walhi menilai rencana eksplorasi pengeboran di bentang alam Gunung Ungaran tidak memiliki urgensi yang mendesak, sekaligus berisiko tinggi merusak ekosistem hulu, merusak cagar budaya Candi Gedong Songo, serta mengancam sumber air warga.

BACA JUGA  Banjir Bali Akibatkan 14 Orang Meninggal, Ratusan Warga Mengungsi

Deputi Direktur Walhi Jawa Tengah Nur Colis membeberkan data bahwa pasokan ketenagalistrikan di wilayah Jawa Tengah dan DIY saat ini justru mengalami surplus (oversupply) yang sangat signifikan.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan data PLN UID Jateng-DIY tahun 2025, kapasitas terpasang saat ini mencapai sekitar 6.400 MW, sedangkan beban puncak hanya berkisar 4.200 MW. Terdapat sisa daya mencapai 2.200 MW atau surplus sebesar 44,94 persen. Dengan kondisi oversupply ini, tidak ada urgensi untuk menambah pembangkit skala besar baru di kawasan bernilai ekologis penting,” tegas Nur Colis pada Jumat, 4 September 2026.

BACA JUGA  Enam Poin yang Bikin Iran Sulit Dihancurkan oleh Militer Negara Lain

Ancaman Kerusakan Candi Gedong Songo dan Krisis Air Bersih

Selain persoalan ketersediaan pasokan listrik, Walhi Jateng menyoroti lokasi tapak proyek yang berada sangat dekat dengan kompleks Candi Gedong Songo, sebuah situs cagar budaya nasional yang menjadi penopang ekonomi pariwisata warga lokal.

Nur Colis menjelaskan bahwa aktivitas eksplorasi geothermal melibatkan pembukaan lahan skala luas, mobilisasi alat berat, pengeboran dalam, potensi pelepasan gas beracun hidrogen sulfida, hingga getaran seismik.

Pos terkait