- Pohon asam tumbang di depan RS Hermina Pandanaran Semarang menimpa dua pengendara sepeda motor
MATASEMARANG.COM – Buntut tragedi tumbangnya pohon asam jawa di Jalan Pandanaran yang menimpa dua unit sepeda motor dan menewaskan dua orang pengendara, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali mengkaji wacana skema asuransi pohon peneduh di sepanjang ruas jalan protokol.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang Murni Ediati mengatakan bahwa gagasan mengasuransikan pohon peneduh kota sebenarnya pernah dibahas.
Namun, kendala utama terletak pada besarnya populasi pohon yang berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) jika diasuransikan secara menyeluruh.
“Dulu kita pernah mau melakukan asuransi pohon. Kalau ditotal dari sekian juta pohon yang ada di Kota Semarang, kalau diasuransikan sepertinya akan membebani APBD. Ini kita cari formula untuk mengasuransikan pohon tanpa membebani APBD,” kata Pipie, sapaannya, Jumat, 4 September 2026.
Pipie mengatakan, skema asuransi khusus yang menyasar pohon-pohon di ruas jalan protokol atau kawasan ring satu menjadi opsi realistis yang paling memungkinkan untuk diupayakan ke depan.
Selain mengkaji skema proteksi jangka panjang melalui asuransi, Disperkim Kota Semarang juga menyampaikan duka cita mendalam serta permohonan maaf kepada keluarga korban atas musibah tak terduga tersebut.
Guna meringankan beban keluarga yang ditinggalkan maupun korban luka, Pemkot Semarang berencana menyalurkan bantuan darurat berupa tali asih.
“Kalau melihat pohon di Jalan Pandanaran, pohon ini sebenarnya masih sehat seakar-akarnya. Kasus ini merupakan musibah yang tidak terduga. Kami meminta maaf dan berduka cita untuk keluarga korban. Nanti akan kita usulkan ya, biar korbannya bisa menerima tali asih,” jelasnya.


















