Dirawat, Dishub Pastikan 8 JPO Milik Pemkot Semarang Layak Pakai

Kepala Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan (matasemarang.com/ Lia Dina)
`Kepala Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan (matasemarang.com/ Lia Dina)
  • Delapan JPO yang sudah menjadi aset Pemkot dipastikan layak pakai karena rutin dilakukan perawatan
  • Pemkot berencana membangun JPO baru tahun ini

MATASEMARANG.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang memastikan 8 titik Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menjadi aset resmi Pemkot Semarang berada dalam kondisi aman dan terawat. Seluruh JPO tersebut dibangun menggunakan konstruksi beton yang kokoh.

Kepala Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan mengatakan pemeliharaan berkala terus dilakukan terhadap 8 JPO tersebut, mencakup perawatan struktur landasan, pagar pengaman, hingga atap pelindung.

BACA JUGA  Cuaca Semarang Awal Oktober: Hujan Ringan Hampir Merata

“Delapan JPO yang masuk catatan aset kami semuanya berkonstruksi beton, jadi kondisinya masih sangat bagus dan terawat. Itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami,” kata Danang, Kamis 3 September 2026.

Bacaan Lainnya

Delapan JPO milik Pemkot Semarang tersebut tersebar di sejumlah titik strategis:

BACA JUGA  Call Center 112 Terima Lebih dari 8.000 "Prank Call" Selama 2025
  1. Travelator Jalan Pandanaran
  2. JPO Ahmad Yani (depan BRI)
  3. JPO Ahmad Yani (dekat Rumah Makan Citra Bundo)
  4. JPO Brigjen Sudiarto (depan SMPN 2)
  5. JPO Jalan Pemuda (depan BCA)
  6. JPO Eks Hotel Dibya Puri
  7. JPO Perintis Kemerdekaan
  8. JPO kawasan perkotaan pendukung lainnya

Selain merawat fasilitas yang ada, Dishub Kota Semarang juga tengah menyiapkan pembangunan JPO baru pada tahun ini, salah satunya berlokasi di kawasan padat lalu lintas Pasar Jatingaleh.

Danang menyampaikan bahwa kajian kelayakan titik penyeberangan telah rampung, dan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) dari pemerintah pusat mengingat status jalannya, juga sudah resmi diterbitkan.

BACA JUGA  Ratusan Seniman Getarkan Monumen Palagan Ambarawa

“Untuk rencana JPO di Pasar Jatingaleh, rekom teknisnya dari pusat sudah turun. Mengingat posisi dan tingkat kesulitan konstruksinya, kita sudah berkoordinasi dengan DPU. Nanti anggaran dan pengerjaannya dari kita setelah seluruh tahapan teknis siap,” pungkasnya.

Pos terkait