- Intan, warga Tlogosari Kota Semarang merasa bernostalgia akhirnya pelaksanaan MTQ Nasional kembali di gelar di Ibu Kota Jawa Tengah setelah 47 tahun
MATASEMARANG.COM – Deretan tenda dan panggung utama Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI yang mulai berdiri di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang bukan sekadar pemandangan persiapan acara biasa bagi Intan (63). Bagi warga Tlogosari ini, megahnya persiapan tersebut memanggil kembali memori masa mudanya yang telah terpendam selama 47 tahun.
Kota Semarang, Jawa Tengah terakhir kali dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan akbar MTQ Nasional pada tahun 1979. Kenangan itu terekam jelas di ingatan Intan, yang kala itu baru saja menyelesaikan pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Bangga banget. Seingat saya Semarang terakhir jadi tuan rumah itu tahun 1979, waktu saya baru lulus SMP. Sekarang umur saya sudah 63 tahun,” kenang Intan di sela-sela aktivitas olahraganya di Simpang Lima, Jumat, 4 September 2026 pagi.
Kerinduan puluhan tahun akan atmosfer syiar Islam tingkat nasional di Kota Lumpia itu kini terbayar tuntas. Meski area yang biasa ia gunakan untuk berolahraga dua kali seminggu kini dipenuhi stik-stik bangunan tenda dan panggung menjelang pembukaan yang rencananya dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto pekan depan, Intan sama sekali tak keberatan.
Kerinduan dan rasa bangganya jauh melampaui sedikit perubahan di arena olahraga favoritnya. Bahkan, Intan yang sedang berolahraga di pedestrian Simpang Lima bersama para rekan sejawat justru asyik mengabadikan gambar dengan latar belakang gerbang masuk MTQ Nasional XXXI yang berada di sisi barat lapangan.


















