- Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari pejabat The Fed Christopher Waller yang melemahkan dolar AS dan menurunkan prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed pada bulan September
MATASEMARANG.COM – Nilai tukar rupiah menunjukkan tren penguatan yang konsisten, bahkan pada Jumat ini. Padahal beberapa bulan lalu sempat melampaui Rp18.000.
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi pernyataan dovish pejabat Federal Reserve (The Fed).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, bergerak menguat 51 poin atau 0,29 persen menjadi Rp17.628 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.679 per dolar AS.
“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari pejabat The Fed Christopher Waller yang melemahkan dolar AS dan menurunkan prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed pada bulan September,” katanya di Jakarta, Jumat.
Mengutip Anadolu, Waller mengatakan bahwa dirinya melihat tanda-tanda disinflasi yang menjanjikan di seluruh perekonomian AS. Hal itu mengindikasikan bahwa dirinya berpotensi mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada tingkat saat ini dalam pertemuan The Fed berikutnya.
Sinyal tersebut mendorong para pedagang obligasi untuk menurunkan secara tajam probabilitas kenaikan suku bunga bulan September hingga ke tingkat peluang yang seimbang (50-50), turun dari kemungkinan 63 persen yang diperhitungkan pasar hanya sehari sebelumnya.
“Waller mensinyalkan untuk tidak menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi masih terus mereda. Ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pada bulan September turun dari 63 persen menjadi 50 persen,” kata Lukman.


















