- Bank Jateng meraih peringkat idAA- prospek stabil dari Pefindo periode 2026–2027
- Per semester I 2026, total aset tercatat Rp95,03 triliun dengan CAR mencapai 22,5 persen
- Penyaluran kredit UMKM mencapai 31,8 persen dan pembiayaan ASN menyumbang 47 persen dari total portofolio
MATASEMARANG.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) kembali mencatatkan kinerja positif di industri perbankan nasional setelah berhasil meraih peringkat idAA- dengan prospek Stabil (Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk periode 2026–2027.
Peringkat tersebut mencerminkan kapasitas Bank Jateng yang sangat kuat dalam memenuhi komitmen finansial jangka panjang, didukung permodalan solid, likuiditas terjaga, serta penguatan manajemen risiko.
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko menegaskan bahwa pencapaian peringkat ini merupakan wujud kepercayaan publik terhadap fundamental perseroan.
“Pencapaian peringkat idAA- dengan prospek stabil ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata atas kepercayaan masyarakat Jawa Tengah serta hasil dari kerja keras seluruh insan Bank Jateng. Kami akan terus menjaga fundamental bank, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Bambang pada Senin, 24 Agustus 2026.
Hingga semester I 2026, Bank Jateng membukukan total aset sebesar Rp95,03 triliun. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada pada level kuat sebesar 22,5 persen untuk mendukung ekspansi bisnis berkelanjutan.
Likuiditas perseroan juga terjaga aman lewat penempatan portofolio pada instrumen berisiko rendah, seperti instrumen Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara (SBN).
Sebagai lembaga keuangan yang melayani Jawa Tengah sejak 1963, Bank Jateng saat ini menguasai pangsa pasar kredit dan simpanan sekitar 16 hingga 17 persen di wilayah setempat.


















