- Selain infrastruktur yang bagus, sistem pemerintahan daerah dan perizinan bagus, living cost-nya kompetitif sehingga menjadi daya tarik investor untuk memilih Jawa Tengah sebagai tujuan investasi
MATASEMARANG.COM – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menyebutkan bahwa Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menjadi primadona investasi.
Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi Saribua Siahaan, di Semarang, Selasa, mengatakan banyak investor melirik Jateng.
Hal tersebut disampaikannya saat bertemu dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sebagai bagian dari rangkaian penilaian lapangan yang dilakukan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi di Jateng.
Menurut dia, dukungan penuh dari pemerintah provinsi, infrastruktur yang memadai, kemudahan perizinan, kondusifitas wilayah, dan biaya hidup menjadi daya tarik para investor di luar negeri.
“Jawa Tengah ini primadona, selain infrastruktur yang bagus, terus sistem pemerintahan daerah dan perizinan bagus, living cost-nya kompetitif sehingga menjadi daya tarik investor untuk memilih Jawa Tengah sebagai tujuan investasi,” katanya.
Ia mengatakan bahwa mempromosikan potensi investasi di Jateng kepada para calon investor juga cukup mudah dengan semua indikator tersebut.
Berdasarkan pengalamannya dalam mempromosikan potensi investasi dan meyakinkan investor, persoalan lahan dan perizinan menjadi indikator utama.
Kemudahan itu, lanjut dia, tidak lepas dari kolaborasi kuat antara Pemprov Jateng melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi.
Karakteristik Jateng, diakuinya, juga sangat menarik bagi investasi sektor manufaktur atau bersifat padat karya.


















