Jateng Primadona Investasi Indonesia

KIT Batang
Kawasan Industri Terpadu Batang.

“Pengalaman saya sendiri (ketika menawarkan potensi investasi), investor yang memilih Jawa Tengah itu tidak hanya 1 atau 2. Yang jelas, Jawa Tengah itu primadona yang dilirik banyak investor,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan selama ini Jawa Tengah terus berupaya menjaga kondusivitas wilayah dan menciptakan iklim investasi yang sehat.

Kemudahan perizinan dan jaminan keamanan kepada calon investor terus didorong, serta didukung dengan regulasi, peningkatan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia (SDM), dan lainnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Adnas Resmi Jadi Komisaris Utama Independen Bank Jateng, Fokus Perkuat Good Corporate Governance

“Menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif memang menjadi tanggung jawab kita semua. Investasi ini penting untuk perkembangan wilayah, mereduksi angka kemiskinan dan pengangguran,” katanya.

Dari berbagai upaya tersebut, realisasi investasi di Jateng terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sebagai gambaran, pada tahun 2025, realisasi investasi di Jateng mencapai sekitar Rp110 triliun, dan pada tahun ini, tepatnya sepanjang semester I-2026 sudah mencapai Rp59,94 triliun.

Meliputi, penanaman modal asing (PMA) Rp25,92 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp22,62 triliun, serta usaha mikro dan kecil (UMK) Rp11,40 triliun. Serapan tenaga kerja semester I-2026 sudah mencapai sekitar 213 ribu orang. [Ant]

Pos terkait