BYD M6, Mobil “Hybrid” yang Bisa Tempuh 65 Km per Liter Bensin

BYD M6 di GIIAS Semarang (matasemarang.com/ Ade Lukmono)
BYD M6 di GIIAS Semarang (matasemarang.com/ Ade Lukmono)
  • BYD menawarkan PHEV (BYD M6) di GIIAS Semarang 2026 untuk mengantisipasi keterbatasan SPKLU
  • BYD M6 diklaim mampu menempuh jarak 65 Km untuk satu liter bensin

MATASEMARANG.COM – Masih terbatasnya infrastruktur stasiun pengisian daya (charging station) kerap menjadi pertimbangan utama masyarakat daerah saat hendak beralih ke kendaraan listrik.

Menjawab tantangan tersebut, PT BYD Motor Indonesia memboyong solusi teknologi hibrida Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Rabu, 30 September hingga 4 Oktober 2026.

BACA JUGA  Merekam Tanpa Izin dan Minta Uang "Takedown", Helmy Yahya Sentil Etika Emanuel Bryan

Salah satu model yang diandalkan adalah BYD M6 berteknologi PHEV atau Dual Mode (DM).

Bacaan Lainnya

Melalui sistem penggerak ini, kendaraan dapat mengoptimalkan penggunaan daya listrik harian, namun tetap dibekali mesin pembakar internal (internal combustion engine) berbasis bahan bakar minyak sebagai pengisi daya mandiri.

BACA JUGA  PLN Pastikan Listrik di Jateng Pulih 100 Persen

“Kami mengerti dalam proses transisinya beberapa hal masih perlu proses, khususnya infrastruktur pengisian daya. Untuk itu, kami buat dia bisa mengisi daya melalui pengisian bahan bakar,” jelas Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, Rabu, 30 September 2026.

BYD M6 diklaim dapat menempuh jarak 65 Km dengan menggunakan bensin.

Jika menggunakan kombinasi bensin penuh (52 liter) dan daya baterai penuh, BYD M6 diklaim dapat menempuh jarak sekitar 1.300 hingga 1.800 Km dengan kondisi tertentu.

BACA JUGA  Changan Bawa Lini EV Unggulan di GIIAS Semarang 2026 untuk Pasar Jateng

Luther memaparkan, potensi pasar di luar daerah metropolitan masih sangat terbuka lebar lantaran sekitar 65 persen konsumen otomotif nasional masih bergantung pada kendaraan berbahan bakar fosil.

Pos terkait