Kinerja operasional perseroan ditopang oleh 6.751 pegawai serta jaringan yang mencakup 44 kantor cabang, 150 kantor cabang pembantu, dan lebih dari 10.604 kantor kas serta titik pembayaran.
Di sektor pembiayaan, porsi penyaluran kredit untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyentuh angka 31,8 persen hingga Juni 2026. Sementara itu, portofolio pembiayaan konsumen bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menyumbang sekitar 47 persen dari total penyaluran kredit.
Bambang Widyatmoko menambahkan, kekuatan fundamental tersebut akan diimbangi dengan akselerasi digitalisasi perbankan untuk memberikan kemudahan bagi nasabah.
“Perbankan modern harus hadir dengan hati, memadukan kemudahan teknologi digital dengan kedekatan kepada nasabah. Karena itu, kami berkomitmen terus memperluas layanan digital dan memperkuat pembiayaan sektor produktif agar Bank Jateng semakin memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” tuturnya.
Langkah transformasi mendatang akan difokuskan pada penguatan transaksi digital, pengoptimalan layanan mobile banking, serta perluasan kolaborasi ekosistem ekonomi daerah dengan menerapkan prinsip kehati-hatian.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Bank Jateng menjadi tanggung jawab untuk terus memberikan kinerja terbaik. Kami ingin pertumbuhan Bank Jateng tidak hanya tercermin dari angka-angka keuangan, tetapi juga dari semakin besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Tengah,” pungkas Bambang. (AD)


















