Bank Jateng Dukung Program SMK Go Global, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Pekerja Migran

Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko bersama Dirjen P3KLN KP2MI Dwi Setiawan saat rapat pembahasan Program SMK Go Global di Jakarta (foto: Bank Jateng)
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko bersama Dirjen P3KLN KP2MI Dwi Setiawan saat rapat pembahasan Program SMK Go Global di Jakarta (foto: Bank Jateng)
  • Bank Jateng menjalin sinergi dengan KP2MI untuk mendukung Program SMK Go Global
  • Bank Jateng menyiapkan fasilitas KUR PMI, rekening awal, serta layanan pengiriman uang (remitansi) bagi 6.800 calon pekerja migran
  • Program ditargetkan mulai menyalurkan tenaga kerja terampil ke berbagai negara di Asia, Eropa, dan Australia

MATASEMARANG.COM – Bank Jateng menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh pelaksanaan Program SMK Go Global yang digagas oleh pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Dukungan tersebut diwujudkan dalam penguatan ekosistem pembiayaan terintegrasi bagi para calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal sekolah menengah kejuruan (SMK).

BACA JUGA  BPD Harus Jadi Jawaban Permodalan Rakyat

Komitmen kolaborasi disepakati dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat KP2MI, Gedung Graha Pratama, Jakarta, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko menjelaskan bahwa peran perbankan tidak hanya terbatas pada penyaluran dana penempatan, melainkan penyiapan ekosistem transaksi finansial secara menyeluruh.

BACA JUGA  2 Warga Boyolali Menang Undian Bank Jateng Rp75 Juta

“Bank Jateng siap mendukung Program SMK Go Global. Kami melihat program ini tidak hanya sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapan tenaga kerja, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembiayaan dan layanan perbankan bagi calon pekerja migran Indonesia,” ujar Bambang.

Dia menjelaskan bahwa dukungan perbankan diberikan secara bertahap sejak peserta memulai pelatihan, mencakup pembukaan rekening, edukasi remitansi, hingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI secara hati-hati.

“Dalam pemberian pembiayaan, tentu diperlukan kepastian penempatan atau kontrak kerja. Dengan demikian, pembiayaan dapat diberikan secara prudent sesuai ketentuan sekaligus memberikan kepastian bagi peserta,” tutur Bambang.

BACA JUGA  Harga Cabai dan Bawang Merah di Pasar Karangayu Melonjak

Program SMK Go Global dirancang berbasis kebutuhan pasar (demand driven) untuk memenuhi permintaan tenaga kerja global di sektor perawat (caregiver dan nurse), las (welder), serta perhotelan (hospitality).

Pos terkait