Gelar Aksi Seorang Diri, Aktivis Lingkungan Suarakan Kelestarian Gunung Ungaran dan Lawu di Semarang

Aksi solo Lilik S suarakan kelestarian lingkungan di Kota Semarang (foto: Polsek Semarang Tengah)
Aksi solo Lilik S suarakan kelestarian lingkungan di Kota Semarang (foto: Polsek Semarang Tengah)
  • Aktivis lingkungan Lilik S. menggelar aksi longmarch damai Save Ungaran – Save Lawu dari Simpang Lima ke Kantor Gubernur Jawa Tengah
  • Aksi menyuarakan kelestarian Gunung Ungaran dan Lawu ini dilakukan dengan mengenakan busana karung goni, membawa bendera Merah Putih, dan menggalang tanda tangan warga

MATASEMARANG.COM – Kepedulian terhadap kelestarian ekosistem alam disuarakan melalui aksi damai bertajuk Save Ungaran – Save Lawu yang berlangsung di Kota Semarang pada Selasa, 1 September 2026.

Dalam aksi tersebut, seorang aktivis lingkungan bernama Lilik melakukan longmarch dengan berjalan kaki dari depan Masjid Raya Baiturrahman di kawasan Simpang Lima Semarang menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.

BACA JUGA  Rumah Tua di Semarang Tengah Roboh, 5 Penghuni Terjebak Reruntuhan

Tampil unik, Lilik mengenakan pakaian berbahan karung goni sambil membawa Bendera Merah Putih, kain putih untuk penggalangan tanda tangan dukungan, serta sejumlah atribut bertema lingkungan.

Bacaan Lainnya

Aksi solo ini menjadi simbol ajakan bagi publik untuk memperkuat komitmen menjaga kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu dari kerusakan.

BACA JUGA  Bertikai Rebutan Pemandu Karaoke, Dua Pejabat di Kudus Dicopot

Jajaran Polsek Semarang Tengah Polrestabes Semarang mengawal dan memantau seluruh rute perjalanan guna memastikan aksi berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu kenyamanan masyarakat pengguna jalan.

Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito menegaskan bahwa pihak kepolisian memberikan ruang dan apresiasi terhadap hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum secara damai.

“Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Kehadiran personel di lapangan bertujuan memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib dan tidak mengganggu keselamatan peserta maupun masyarakat pengguna jalan,” ujar Sugito di Semarang pada Selasa, 1 September 2026.

BACA JUGA  Ada Bengkel Gratis Khusus Ojol di Pos Lantas Simpang Lima

Sugito menambahkan bahwa pola pengamanan dilaksanakan dengan mengedepankan komunikasi yang harmonis dan pendekatan humanis, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima publik tanpa mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pos terkait