- Pengunjuk rasa menyebut masih banyak SPPG yang belum menggandeng pelaku UMKM lokal sebagai pemasok kebutuhan program MBG
MATASEMARANG.COM – Puluhan warga Kabupaten Kudus berunjuk rasa menuntut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi warga yang tergabung dalam Lembaga Aliansi Daerah Indonesia (LADI) itu berlangsung di Alun-alun Kudus, Senin, dan mendapat pengamanan dari 292 personel gabungan Polres Kudus, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.
Soleh Isman, salah seorang orator aksi, mengatakan masih banyak SPPG yang belum menggandeng pelaku UMKM lokal sebagai pemasok kebutuhan program MBG.
Menurut dia, salah satu manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan MBG dan keberadaan SPPG di daerah adalah menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Namun, kata dia, masih banyak pelaku UMKM lokal yang belum diajak bekerja sama sehingga manfaat ekonomi program tersebut dinilai belum dirasakan secara optimal oleh masyarakat kecil.
“Kami menuntut adanya kerja sama yang adil dan saling menguntungkan antara SPPG dan pelaku UMKM setempat. UMKM diharapkan tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri, melainkan terakomodasi sebagai penyedia bahan baku maupun bagian dari rantai pasok menu harian,” ujarnya. [Ant]

















