Harga Daging Ayam Ras Melonjak di 188 Daerah

ilustrasi daging ayam ras (pixabay/ Ekoanug)
ilustrasi daging ayam ras (pixabay/ Ekoanug)
  • BPS memperingatkan 188 kabupaten/kota terkait lonjakan harga daging ayam ras yang berpotensi melampaui HAP Rp40.000/kg
  • Faktor pemicu utama meliputi hambatan cuaca pada pasokan ikan, kebutuhan konsumsi pasca-libur sekolah, hingga keterbatasan stok distributor
  • Pemda diharapkan melakukan intervensi pasar untuk mengendalikan harga dan menjaga daya beli masyarakat

MATASEMARANG.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk segera mengantisipasi dan mewaspadai tren kenaikan harga daging ayam ras di wilayahnya masing-masing.

Meskipun rata-rata harga nasional saat ini berada di angka Rp39.712 per kilogram, masih sedikit di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen sebesar Rp40.000 per kg, laju kenaikannya dinilai cukup agresif.

BACA JUGA  Harga Tiket Timnas U-23 Indonesia vs Mali, Sudah Bisa Dibeli Online

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menekankan pentingnya intervensi cepat agar harga komoditas pangan ini tidak melambung makin jauh melampaui HAP.

Bacaan Lainnya

“Ini perlu perhatian karena kalau kenaikan harga ini terus dibiarkan, tentunya suatu saat nanti akan berada di atas HAP. Di beberapa tempat memang ada keterbatasan pasokan dan sisi permintaannya sedang meningkat,” ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

BACA JUGA  Terungkap Penyebab Harga Cabai Tinggi Padahal Pasokan Cukup

Daerah dengan Lonjakan Harga Ayam Ras Tertinggi

Data BPS mencatat sebanyak 188 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras.

Beberapa daerah bahkan telah mencatatkan harga jual di atas ketentuan HAP:

  • Kabupaten Kepahiang: Kenaikan IPH 21,34%, harga menembus Rp48.000 per kg (20% di atas HAP).
  • Kota Binjai: Kenaikan IPH 29,78%, harga mencapai Rp42.000 per kg (5% di atas HAP).
  • Kabupaten Bangka Selatan: Kenaikan IPH signifikan sebesar 34,58%, dengan harga Rp38.800 per kg (3% di bawah HAP).

Ragam Faktor Pemicu Kenaikan di Daerah

Amalia menjelaskan bahwa dinamika kenaikan harga di tiap daerah dipengaruhi oleh faktor pasokan dan lonjakan permintaan lokal:

BACA JUGA  MBG Wajib Pakai Telur dan Ayam Minimal Dua Kali Sepekan
  1. Cuaca Ekstrem (Bangka Selatan): Angin kencang dan gelombang tinggi membatasi melautnya nelayan. Kelangkaan pasokan ikan memaksa warga beralih membeli daging ayam ras sebagai alternatif utama.
  2. Kebutuhan Program Gizi (Binjai): Permintaan pasar melonjak seiring kembali beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah libur sekolah usai.
  3. Keterbatasan Stok (Labuhanbatu Selatan): Stok persediaan pedagang di pasar terbatas di tengah naiknya tren konsumsi harian masyarakat.

BPS mengimbau Pemda yang daerahnya terdampak untuk segera memperkuat rantai pasok dan menggelar operasi pasar guna menekan laju inflasi daerah. (Ant)

Pos terkait