Ekspor Melonjak 41 Persen, Piala Dunia 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jateng

Bank Indonesia Jawa Tengah (matasemarang.com/ Ade Lukmono)
Bank Indonesia Jawa Tengah (matasemarang.com/ Ade Lukmono)
  • Perekonomian Jateng Triwulan II 2026 tumbuh solid ditopang konsumsi, investasi, industri pengolahan, dan perdagangan
  • Realisasi investasi daerah naik menjadi Rp25,53 Triliun dan kinerja ekspor industri melonjak 41,26 persen
  • Penjualan pernak-pernik Piala Dunia 2026 dan libur panjang sukses mendongkrak sektor perdagangan dan pariwisata

MATASEMARANG.COMPerekonomian Provinsi Jawa Tengah pada Triwulan II 2026 menunjukkan kinerja yang solid dan berdaya tahan. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi daerah ini disokong kuat oleh sektor Konsumsi Rumah Tangga, Investasi, serta akselerasi Industri Pengolahan dan Perdagangan.

BACA JUGA  Bank Jateng Pati Fasilitasi NIB dan Rekening UMKM

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M. Noor Nugroho mengungkapkan bahwa struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah terus didominasi oleh sektor-sektor strategis yang mengalami ekspansi positif.

“Dari sisi pengeluaran, Konsumsi Rumah Tangga dan PMTB atau Investasi menjadi penopang utama. Sementara dari sisi Lapangan Usaha, sumber pertumbuhan terutama berasal dari keberlanjutan ekspansi Industri Pengolahan dan Perdagangan,” ujar M. Noor Nugroho, Selasa, 11 Agustus 2026 dalam keterangan tertulisnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Usai Panen Raya, Inflasi Jateng Bulan Juni 2025 di Atas Nasional

Realisasi Investasi Tembus Rp25,5 Triliun

Dari sisi pengeluaran, Konsumsi Rumah Tangga menyumbang porsi terbesar terhadap PDRB Jawa Tengah, yakni 59,73 persen, dengan pertumbuhan mencapai 4,31 persen (yoy).

Peningkatan mobilitas warga saat momen Idul Adha 2026 dan libur sekolah menjadi pendorong utama kestabilan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).

Sementara itu, sektor Investasi (PMTB) tumbuh signifikan sebesar 8,84 persen (yoy). Total realisasi investasi Jawa Tengah melonjak menjadi Rp25,53 Triliun pada Triwulan II 2026, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp23,73 Triliun.

BACA JUGA  Naik BRT Trans Semarang Cuma Bayar Rp80, Berlaku sampai 18 Agustus 2025

Akselerasi ini dipacu oleh pembangunan kawasan industri baru dan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Adapun Konsumsi Pemerintah mencatatkan lonjakan tertinggi di sisi pengeluaran sebesar 15,69 persen (yoy) seiring percepatan program prioritas nasional di daerah.

Pos terkait