MATASEMARANG.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah resmi membuka gelaran Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (Oase) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, Selasa, 28 Juli 2026.
Agenda penguatan ekosistem halal yang merupakan bentuk rebranding dari Festival Santri Jawa Tengah (Fitrah) ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 30 Juli 2026.
Melalui transformasi ini, Bank Indonesia memperluas jangkauan partisipasi publik dengan merangkul pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga komunitas kreatif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M Noor Nugroho menyampaikan bahwa Oase dirancang sebagai platform kolaborasi untuk memacu akselerasi ekonomi syariah daerah secara inklusif.
” Oase menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai kalangan untuk memperkuat ekonomi syariah yang inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui edukasi, pemberdayaan UMKM, pengembangan industri halal, ekonomi pesantren, hingga digitalisasi sistem pembayaran, kami berharap manfaat nyata ekonomi syariah dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar M Noor Nugroho.
Sinergi perhelatan ini didukung penuh oleh jajaran Kanwil Kemenag Jateng, Dinas Pendidikan Jateng, Komite Daerah Ekonomi Syariah (Kdeks), serta Himpunan Bisnis dan Ekonomi Pesantren (Hebitren) Jateng.
Guna memperkuat kemandirian pangan pesantren, Oase 2026 menyajikan pelatihan tata kelola pertanian organik terpadu (integrated farming) yang bekerja sama dengan Yoso Farm Klaten.
Rangkaian acara juga menghadirkan enam cabang kompetisi utama yang mencakup seni hadroh, dakwah syariah, musabaqah keilmuan, filantropi ZISWAF, halal chef competition, serta pembuatan konten digital.

















