- Untuk memperluas jangkauan kepemilikan rekening bank, data kependudukan dan catatan sipil (dukcapil) akan dipadupadankan dengan sistem Bank Indonesia, terutama untuk sistem pembayaran dan gateway system-nya
MATASEMARANG.COM – Presiden Prabowo Subianto saat rapat terbatas di Jakarta, Senin, memerintahkan jajarannya memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank. Tujuannya, menurut Presiden, untuk memperkuat inklusi keuangan dan tingkat literasi keuangan di dalam negeri.
Ratas di Istana pada Senin sore itu membahas sejumlah isu terkait ekonomi, salah satunya mengenai inklusi dan literasi keuangan masyarakat Indonesia.
“Tadi pembahasan dengan Bapak Presiden terkait dengan kepemilikan rekening warga negara atau masyarakat Indonesia. Berdasarkan survei atau sensus yang dilakukan OJK dan BPS, tingkat inklusi keuangan kita sudah mencapai 93,62 persen. Kemudian juga untuk literasi keuangan itu sebesar 63,57 persen,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan isi ratas saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin.
Menurut Airlangga, angka itu relatif cukup baik jika dibandingkan dengan capaian negara-negara OECD lainnya. Oleh karena itu, kata Airlangga, Presiden Prabowo memerintahkan bank-bank Himbara, khususnya BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mempersiapkan rekening-rekening bank untuk masyarakat.
“Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening,” kata Airlangga.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga mengungkap untuk memperluas jangkauan kepemilikan rekening bank, data kependudukan dan catatan sipil (dukcapil) akan dipadu-padankan dengan sistem Bank Indonesia, terutama untuk sistem pembayaran dan gateway system-nya.


















