DPRD Jateng Minta Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Proyek Geothermal Gunung Ungaran

Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Muhammad Farchan (matasemarang.com/ Lia Dina)
Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Muhammad Farchan (matasemarang.com/ Lia Dina)
  • Gelombang penolakan proyek geothermal Gunung Ungaran masih mengalir dari berbagai kalangan
  • DPRD Jateng meminta pemerintah pusat meninjau ulang rencana proyek Geothermal di Gunung Ungaran

MATASEMARANG.COM – Rencana proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran terus memicu sorotan dan penolakan dari masyarakat. Menanggapi dinamika tersebut, Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Muhammad Farchan mendesak pemerintah pusat untuk meninjau ulang rencana proyek tersebut dan mendengarkan aspirasi publik secara serius.

BACA JUGA  Dewan Soroti Tanah Gerak di Semarang, Minta Ada Mitigasi Berbasis Pemetaan Risiko

Farchan menyebutkan bahwa meskipun proyek ini diinformasikan masih dalam tahap pengkajian, rekomendasi izin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikabarkan telah terbit. Menurutnya, dampak negatif terhadap lingkungan dan ekosistem harus diperhitungkan secara matang.

“Tentu plus minusnya proyek ini menjadi catatan atau aspirasi yang harus dimengerti. Saya secara pribadi mendesak agar rencana proyek geothermal Gunung Ungaran ini ditinjau ulang,” tegas Farchan, Senin, 7 September 2026.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Ketua DPRD Jateng Raih Penghargaan Penggerak Penguatan Ketahanan Pangan

Mantan Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang ini menyoroti sejumlah risiko fatal yang mengintai jika proyek geothermal tetap dipaksakan berjalan.

Farchan mengatakan bahwa Gunung Ungaran merupakan sumber air utama bagi masyarakat, termasuk Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kendal. Ia mengkhawatirkan proyek ini dapat merusak resapan air.

“Saya tidak tahu teknis pastinya, tapi ini berpengaruh. Bisa paceklik air di Kota Semarang dan wilayah sekitarnya,” ujarnya.

Selain itu, pengeboran titik panas bumi sedalam 2 kilometer yang diisukan berlokasi di dekat kompleks Candi Gedong Songo dinilai sangat berisiko merusak situs cagar budaya penting tersebut.

Pos terkait