Okupansi Hotel Tembus 80 Persen, MTQ Nasional di Semarang Diharap Dongkrak Ekonomi

Penjabat Ketua BPD PHRI Jawa Tengah Albert Dwijaya (foto: Pemprov Jateng)
Penjabat Ketua BPD PHRI Jawa Tengah Albert Dwijaya (foto: Pemprov Jateng)
  • MTQ Nasional XXXI pada 11–20 September 2026 memicu lonjakan okupansi hotel Semarang hingga 80% dan diprediksi mencapai 90% pada puncak perhelatan
  • PHRI Jateng menginstruksikan 120 hotel anggotanya untuk menjamin kebersihan, keramahan, dan kepastian sertifikasi halal pada sajian konsumsi kafilah

MATASEMARANG.COM – Kedatangan ribuan kafilah serta tamu dari berbagai penjuru tanah air untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang terbukti sukses memicu gelombang pergerakan ekonomi daerah.

Dampak positif perhelatan yang berlangsung pada 11–20 September 2026 ini tak hanya dirasakan oleh pemilik hunian kamar hotel, tetapi juga merembet cepat ke sektor bisnis perjalanan, restoran, usaha katering, hingga lini Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

BACA JUGA  Dana Operasional RT Rp25 Juta Cair Mulai 8 Agustus 2025

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah mencatat tingkat keterisian kamar (occupancy rate) hotel di Kota Semarang saat ini telah berada di kisaran 80 persen dan diprediksi melonjak ke 90 persen saat puncak acara.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Tiga Harga BBM Nonsubsidi Melambung, Ada yang Nyaris Rp24.000 per Liter

Penjabat Ketua BPD PHRI Jawa Tengah Albert Dwijaya menegaskan bahwa tingginya mobilitas peserta dari 37 provinsi ini melahirkan efek berganda (multiplier effect) yang luas.

“Yang kita lihat city okupansi kurang lebih ada di kisaran 80 persen. Kami optimistis pada puncaknya okupansi kamar hotel bisa mencapai 90 persen,” jelas Albert di Semarang, Jumat, 11 September 2026.

PHRI Jamin Kelayakan Pangan dan Sertifikasi Halal

Guna menyambut kedatangan para tamu, PHRI Jateng telah mengarahkan sedikitnya 120 hotel anggota aktif untuk memperketat aspek kerapian, kenyamanan, serta ketersediaan sarana pendukung.

BACA JUGA  Bank Jateng Pacu Pembangunan Perumahan Subsidi, Dukung Peningkatan Ekonomi Daerah

Pihak pengelola hotel juga memastikan sajian kuliner yang disuguhkan telah memenuhi standar kelayakan dan sertifikasi halal ketat sesuai kebutuhan para kafilah.

“Terkait food quality maupun sertifikasi halal atau kelayakan makanan, sudah sesuai dengan standar yang dibutuhkan teman-teman kafilah,” ujar Albert.

Pos terkait