Gaya Hidup Makan di Luar Rumah Dongkrak PAD Kota Semarang

Kepala Bapenda Kota Semarang Diah SUpartiningtias (matasemarang.com/Lia Dina)
Kepala Bapenda Kota Semarang Diah SUpartiningtias (matasemarang.com/Lia Dina)
  • Restoran dan kafe lokal jadi penyumbang PAD di Kota Semarang

MATASEMARANG.COM – Kebiasaan nongkrong masyarakat Kota Semarang dan makan di luar rumah memberikan dampak signifikan bagi kas daerah. Sektor restoran tercatat menjadi penyumbang tertinggi realisasi Pajak Asli Daerah (PAD) Kota Semarang hingga September 2026.

Hingga 10 September 2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang mencatat realisasi pajak daerah telah menembus angka 60,86 persen atau setara dengan Rp1,996 triliun.

Kepala Bapenda Kota Semarang Diah Supartiningtias mengungkapkan bahwa tingginya setoran dari sektor restoran menunjukkan betapa aktifnya transaksi di rumah makan hingga kafe-kafe lokal.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Koperasi Desa Solusi Konkret Potong Jalur Panjang Distribusi Pangan

“Yang menduduki rangking tertinggi justru di restoran. Masyarakat makan, di dalamnya itu ada pajak yang 10 persen,” kata Diah di Balai Kota Semarang, Jumat, 11 September 2026.

Tingginya kontribusi pajak dari kuliner ini menjadi angin segar di tengah kelesuan ekonomi global maupun sektoral yang berdampak pada daya bayar masyarakat secara umum. Diah tak menampik, melemahnya perekonomian menjadi tantangan tersendiri bagi Bapenda untuk memacu penerimaan dari sektor lain.

“Daya kemampuan bayar masyarakat terhadap pajak agak sedikit berkurang. Itu faktor kendalanya,” ujarnya.

BACA JUGA  5 Museum Ikonik di Semarang, Ada yang Gratis Cukup Daftar "Online"

Meski demikian, sektor kuliner bersama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)—yang sudah terealisasi 72,5 persen—serta pajak hiburan dan listrik, tetap menjadi tumpuan utama Pemkot Semarang untuk menjaga keberlanjutan pembangunan kota.

Guna mengejar target penerimaan pajak 2026 agar melampaui capaian tahun 2025 yang berada di angka 88 persen, Bapenda Kota Semarang menyiapkan strategi kolaborasi lintas instansi.

Pos terkait