Indonesia Siap Ubah Batu Bara Jadi Bensin

  • Jerman Timur (sebelum bersatu dengan Jermat Barat) pernah memanfaatkan teknologi coal to liquid atau pencairan batu bara menjadi minyak

MATASEMARANG.COM – Indonesia saat ini mengincar konversi batu bara menjadi bensin untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan siap melaksanakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengubah batu bara menjadi bensin.

“Kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah dan arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber energi dalam negeri,” ujar Bahlil ketika ditemui di sela-sela acara Donor Darah Ditjen Minerba yang digelar di Jakarta, Senin.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Rengginang hingga Jamu Lokal Asal Semarang Sukses Tembus Pasar Global

Bahlil menyampaikan arahan Prabowo untuk membuat gas atau minyak dari batu bara berangkat dari pemikiran kondisi geopolitik yang tidak menentu.

Arahan Presiden Prabowo, kata dia, adalah mengoptimalkan seluruh potensi energi yang ada di Indonesia.

“Salah satu antaranya adalah energi alternatif dari batu bara. Sekarang teknologinya itu sudah canggih, di mana batu bara yang low calorie (kalori rendah) itu bisa menghasilkan gas maupun minyak,” kata Bahlil.

Pemanfaatan batu bara untuk menjadi minyak telah berlangsung di sejumlah negara.

BACA JUGA  Tenang, Tarif Listrik Dijamin Tidak Naik hingga September 2026

Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan Jerman Timur pernah memanfaatkan teknologi coal to liquid atau pencairan batu bara untuk mengolah emas hitam tersebut menjadi minyak.

Minyak yang dihasilkan dari batu bara itu, lanjut Tri, lantas digunakan untuk bahan bakar tank.

“Terus kemudian kita melihat Afrika Selatan. Dulu dia kena politik Apartheid, terus dilarang oleh negara-negara lain, maka dia mencairkan batu bara Sasol (perusahaan energi dan kimia di Afrika Selatan) itu sampai sekarang. Kira-kira 300 ribu barel per hari. Jadi memang sudah ada kalau (mencairkan batu bara menjadi bensin) itu,” kata Tri.

Pos terkait