- Kepemilikan saham BCA masih didominasi PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) dengan 67,73 miliar saham atau 54,94 persen
MATASEMARANG.COM – Selama sepekan terakhir ini beredar rumor di jagat maya bahwa konglomerat Haji Isam bakal mengakuisisi Bank BCA. Kabar ini berembus kuat setelah Haji Isam memborong saham raksasa tambang Bayan Resources Tbk.
Menanggapi rumor itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menegaskan bahwa isu mengenai akuisisi saham BBCA oleh Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam yang beredar di media sosial merupakan informasi yang tidak benar.
“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Hera pun mengimbau nasabah dan masyarakat agar mengakses informasi dari sumber-sumber yang resmi, baik dari situs resmi perusahaan maupun outlet media yang kredibel.
Perseroan juga menegaskan senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas dan sesuai regulasi yang berlaku.
Sebagai informasi, kepemilikan saham BCA masih didominasi PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) dengan 67,73 miliar saham atau 54,94 persen.
Sedangkan saham yang tercatat sebagai milik masyarakat mencapai 44,64 persen, yang terdiri atas 2,51 persen saham masyarakat warkat dan 42,13 persen saham masyarakat nonwarkat.
Adapun perubahan terjadi pada tingkat pengendali terakhir setelah meninggalnya Bambang Hartono, sebagaimana disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi pada 31 Juli 2026.

















