- Jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens, suka dipelintir ya, dibilang seolah saya enggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar
MATASEMARANG.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya menghormati para pakar dan akademikus serta menjadikan masukan mereka sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pemerintah.
Hal itu disampaikan Prabowo saat mengundang sejumlah pakar dan akademisi untuk berdiskusi mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9).
“Jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens, suka dipelintir ya, dibilang seolah saya enggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar,” kata Prabowo sebagaimana dipantau dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat.
Prabowo mengatakan dirinya selalu berupaya mencari masukan dari orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu sebelum mengambil keputusan.
Prabowo saat berpidato pada HUT PAN pada pekan lalu sempat menyindir para pakar yang suka mengkritik dengan menyebut mereka saking pintarnya malah gob**k. Pernyataan ini dinilai kontroversial.
“Kenapa saya berhasil sebagai perwira? Karena saya selalu cari pakar,” ujarnya.
Prabowo justru meminta para pakar memberikan masukan mengenai langkah terbaik untuk mencegah kebakaran di kawasan hutan, khususnya yang memiliki lahan gambut.
Kepala Negara mengajukan tiga hal utama untuk dibahas, yakni langkah pencegahan kebakaran di kawasan hutan, langkah khusus untuk kawasan hutan yang memiliki gambut, serta kemungkinan pemanfaatan lahan gambut secara produktif.
“Sebagai ahli, tolong saya diberitahu, apa langkah terbaik untuk kita cegah kebakaran di kawasan hutan, pertama. Kedua, kawasan hutan yang ada gambutnya. Dua hal. Dan ketiga yang saya minta, saran dari Saudara-saudara, apakah gambut ini bisa kita manfaatkan ke arah produktif?” kata Prabowo dikutip Antara.


















