- Kirim dari Jakarta langsung ke China, tidak boleh dari Jakarta mampir ke negara yang itu, ya. Hanya stempel, baru dia bilang ini ekspor dari negara dia. Dari mana barang, Kau? Langsung saja, langsung ekspor
MATASEMARANG.COM – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia melarang ekspor sumber daya alam (SDA), seperti hasil tambang, untuk melakukan transit di negara tertentu.
“Pak Dirjen, saya perintahkan lewat forum ini, jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam kita, kalau kita ekspor, yang lewat transit negara tertentu. Ya, saya enggak mau,” ujar Bahlil dalam pembukaan Mineral and Batubara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 yang digelar di Jakarta, Senin.
Bahlil yang juga merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencontohkan, apabila ingin melakukan ekspor komoditas hasil tambang ke China, maka ia memerintahkan ekspor dilakukan langsung dari Indonesia ke China, tanpa harus melakukan transit di negara-negara tertentu.
“Kirim dari Jakarta langsung ke China, tidak boleh dari Jakarta mampir ke negara yang itu, ya. Hanya stempel, baru dia bilang ini ekspor dari negara dia. Dari mana barang kau? Langsung saja, langsung,” ucap Bahlil.
Meski tidak menyebut jelas negara, apa yang disampaikan tersebut antara lain merujuk pada Singapura. Sejumlah pengusaha tambang dan sawit membuka kantor di Singapura untuk mengekspor komoditas yang dihasilan dari Indonesia.
Untuk menekan besaran pajak, mereka beli komoditas dari Indonesia dengan harga murah lalu mengekspor dengan harga jauh lebih tinggi melalui entitas perusahaan di Singapura.
Larangan tersebut diberlakukan untuk komoditas energi dan sumber daya mineral (ESDM), termasuk LNG.
Apabila ingin mengekspor LNG ke Korea atau Jepang, Bahlil memerintahkan agar ekspor dilakukan langsung dari Indonesia menuju Jepang dan Korea, tanpa melakukan transit di negara perantara.
















