Larang Ekspor SDA via Transit, Bahlil: Jangan Mampir di Negara yang Itu

“Kenapa harus pakai negara lain? Mereka yang dapat pajak, mereka yang mempunyai neraca perdagangan. Tetapi baru ada bencana sedikit saja, sudah gopoh-gopoh kayak orang apa aja. Jadi, jangan lagi kita kirim ke sana. Kita kirim langsung,” ujar Bahlil.

Bahlil menolak untuk mengungkapkan negara mana yang dimaksud. Meskipun demikian, ia berseloroh bahwa masyarakat pasti mengetahui negara apa yang ia maksud.

“Kalau ditanya negara mana, kamu tahu dalam hati kalian sudah itu,” kata dia.

Bacaan Lainnya

Bahlil menegaskan bahwa kedaulatan Indonesia merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar. Ia pun menyatakan Indonesia tidak bisa diatur-atur oleh siapa pun.

“Jangan mau senangnya saja negara-negara itu. Begitu kita ada sesuatu yang tidak pas, mulai buat gerakan tambahan,” ucap Bahlil.

Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah pemerintah mengurangi sebagian pasokan gas bumi melalui pipa ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), untuk mengamankan kebutuhan energi dalam negeri.

Bahlil menjelaskan total ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura mencapai sekitar 409,5 MMSCFD yang bersumber dari Laut Natuna dan Sumatera. Pengurangan pasokan tersebut masih berada dalam batas minimum kontrak yang disepakati dengan pembeli.

Selain gas pipa, Bahlil menyebut Indonesia juga mengirim 148 kargo gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG). Ia menilai sebagian LNG yang dikirim ke Singapura kemungkinan diperdagangkan kembali ke negara lain, meskipun sebagian digunakan untuk konsumsi domestik negara tersebut. [Ant]

Pos terkait