- Dinsos Kota Semarang buka layanan pengajuan perubahan data desil warga
- Tiap bulan ratusan pengajuan perubahan data desil masuk ke Dinsos
MATASEMARANG.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang merasa pengelompokan status desil bantuan sosial (bansos) miliknya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini. Setiap bulannya, terdapat ratusan pengaduan warga yang mengajukan perubahan data desil untuk ditindaklanjuti secara berjenjang.
Kepala Dinsos Kota Semarang Agus Junaedi menyatakan bahwa dalam satu bulan pihaknya menerima ratusan usulan perbaikan data yang masuk dari tingkat bawah.
“Setiap bulan yang mengajukan pembaruan atau perubahan data itu ada ratusan, bahkan sampai 300 lebih pengajuan. Mekanismenya dimulai dari pengusulan di tingkat RT dan RW, lalu dibahas melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel),” kata Agus di Semarang, Selasa 15 September 2026.
Agus menjelaskan, perubahan data desil tidak dilakukan sembarangan atau berdasarkan perkiraan semata. Setiap aduan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan verifikasi dan validasi (verval) ulang secara tertulis maupun verbal langsung ke lapangan.
Ia menjelaskan bahwa verval ulang ini melibatkan relawan pendamping PKH, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), pihak kelurahan, serta pengurus RT dan RW setempat. Dalam verval ulang ini petugas mengecek aspek pekerjaan, penghasilan tambahan, hingga aset peninggalan keluarga. Warga yang benar-benar tidak mampu dipastikan akan diajukan agar status desilnya diturunkan.
“Jadi nantinya data hasil Muskel diusulkan Dinsos melalui Wali Kota ke Kementerian Sosial (Kemensos), untuk kemudian divalidasi oleh BPS Pusat secara berkala setiap tiga bulan,” jelasnya.


















