“Radar di Cilacap merupakan aset strategis yang dibangun dengan standar operasional ketat, termasuk melalui proses factory assessment di Jerman, dan diproyeksikan dapat beroperasi hingga lebih dari 15 tahun dengan perawatan yang baik,” kata Faisal.
Sementara itu, Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan radar cuaca BMKG terdiri atas tiga tipe, yakni X-Band, C-Band, dan S-Band.
Menurut dia, radar S-Band memiliki jangkauan terluas hingga 400 kilometer, dibandingkan C-Band sekitar 200 kilometer dan X-Band sekitar 150 kilometer.
Selain memiliki jangkauan lebih luas, radar S-Band juga dapat diintegrasikan dengan jaringan radar BMKG di seluruh Indonesia serta memiliki resolusi lebih tinggi sehingga informasi cuaca dapat disajikan hingga tingkat kelurahan.
“Frekuensi operasionalnya juga dapat disinkronkan dengan radar milik TNI Angkatan Udara,” kata Guswanto.
Dalam kesempatan itu, Pelaksana Tugas Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya mengapresiasi kehadiran radar tersebut karena dinilai akan memperkuat mitigasi dini bencana hidrometeorologi sekaligus mendukung keselamatan transportasi udara dan laut.
Dia mengharapkan keberadaan radar itu dapat menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk membuka kembali layanan penerbangan menuju Cilacap serta mendorong pengembangan Pelabuhan Tanjung Intan sebagai pelabuhan internasional terbuka.
Berdasarkan data BMKG, pembangunan Radar Cuaca S-Band Cilacap merupakan bagian dari proyek Development of Maritime Observation Infrastructure and Forecasting Technology for Maritime Meteorological System-2 (MMS-2) yang bertujuan memperkuat sistem observasi meteorologi maritim nasional.


















