MATASEMARANG.COM – Memasuki musim kemarau di tahun 2026, sejumlah wilayah di lereng Merapi, terutama Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten mulai mengalami kekeringan.
Bantuan dropping air bersih dari BPBD menjadi penyelamat ribuan warga yang sejak Mei mengalami krisis air.
Warga Desa Tlogowatu Hartoyo mengungkapkan bahwa tandon penampung air hujan hanya bertahan sekitar dua bulan.
“Harga satu tangki bisa Rp170 ribu sampai Rp220 ribu. Bantuan BPBD sangat membantu, terutama bagi warga kurang mampu,” katanya 14 Juli 2026.
Kepala Desa Tlogowatu Suprat Widoyo menambahkan pihaknya menyiapkan bak penampungan di setiap RT agar warga tetap bisa mendapatkan pasokan.
Pemerintah desa juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan jaringan pipa PDAM dari Tangkil ke Tlogowatu, yang ditargetkan memenuhi kebutuhan 60–70 persen warga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Syahruna menjelaskan pihaknya telah menyalurkan 236 tangki atau sekitar 1,18 juta liter air bersih.
Tahun ini, BPBD Klaten menyiapkan 1.000 tangki air bersih dengan dukungan CSR untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi hingga Oktober.
“Musim kemarau 2026 ini panjang, dampaknya bukan hanya kekeringan tetapi juga karhutla. Warga diimbau efisien menggunakan air dan menjaga kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas C Penanggungan menyebut pemerintah provinsi telah menyiapkan total 123 juta liter air bersih untuk mengantisipasi musim kemarau panjang tahun ini.
“Data dari kabupaten/kota menunjukkan kesiapan penuh dengan total 123 juta liter,” ujarnya.


















