MATASEMARANG.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang bergerak cepat mengantisipasi potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang selama musim kemarau. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penjadwalan rutin kegiatan pendinginan (cooling) area TPA bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang.
Kepala DLH Kota Semarang Glory Nasarani mengatakan skema penjadwalan berkala ini telah disetujui oleh pihak Damkar dan mulai intensif diterapkan sejak pertengahan Juli ini.
“Kami sudah mengajukan jadwal pendinginan rutin itu setiap 2 hari sekali, atau maksimal 3 hari sekali. Pengajuan ini sudah disetujui oleh Damkar. Bahkan pada Rabu, 15 Juli lalu, Pak Kadis Damkar langsung mengawal proses penyemprotan di lapangan,” kata Glory di Balai Kota Semarang, Selasa, 21 Juli 2026.
Glory mengatakan bahwa proses pendinginan ini difokuskan pada titik-titik rawan, terutama di zona buang aktif seperti Zona 1 dan Zona 2. Mengingat tim Damkar juga harus bersiaga untuk kedaruratan luar, DLH mengupayakan eksekusi penyemprotan dilakukan pada jam-jam puncak suhu panas di siang hari.
Titik Api
Menanggapi kekhawatiran publik terkait insiden kebakaran, Glory meluruskan informasi bahwa sebagian besar titik api yang terjadi belakangan ini justru bersumber dari luar pagar TPA Jatibarang, bukan dari dalam tumpukan sampah utama.
Kondisi cuaca yang ekstrem membuat ilalang dan rumput di sekitar TPA menjadi sangat kering dan mudah terbakar.
“Kami juga mengedukasi warga sekitar. Tolong jangan membakar sampah atau tidak sengaja membuang puntung rokok di sekitar lokasi. Angin di area TPA ini sangat kencang. Kami khawatir kalau ada plastik atau material terbakar yang terbang masuk ke dalam, itu sangat berbahaya,” tegasnya.


















