Daftar 4 Kecamatan Rawan Kekeringan di Kota Semarang

Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto. (matasemarang.com/Lia Dina)
Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto. (matasemarang.com/Lia Dina)

MATASEMARANG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang telah melakukan pendataan wilayah yang rawan kekeringan pada musim kemarau tahun 2026.

Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto menyampaikan setidaknya ada empat kecamatan di Ibu Kota Jawa Tengah yang masuk daerah rawan kekeringan saat musim kemarau tiba.

Empat wilayah tersebut adalah Kecamatan Tembalang tepatnya di Kelurahan Bulusan, Rowosari, Meteseh dan Mangunharjo. 

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  JTT Lakukan Pemeliharaan Jalan di Ruas Tol Semarang Seksi A,B,C

Lalu di Kecamatan Ngaliyan tepatnya di Kelurahan Wonosari yang saat ini masih menjadi perhatian Pemerintah. Kemudian di wilayah Mangkang Kecamatan Tugu dan Kecamatan Gunungpati yakni di Kelurahan Cepoko dan Sadeng.

“Kalau untuk di Banyumanik tepatnya di Jabungan ini sudah lebih baik karena ada program Pamsimas di sana,” kata Endro, Selasa, 7 Juli 2026. 

Endro menjelaskan keempat wilayah tersebut saat ini masuk zona kuning yang artinya dalam status waspada kekeringan. Namun bukan tidak mungkin dalam satu atau dua ke depan saat puncak musim kemarau, keempat wilayah tersebut masuk dalam zona merah.

BACA JUGA  Tanggul Tua di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jebol, 70 Jiwa Terdampak

“Kalau sudah masuk zona merah ini artinya perlu atensi khusus karena kekeringan dinilai cukup parah,” jelasnya.

Diakuinya, dari tahun ke tahun, wilayah yang masuk dalam kategori rawan kekeringan masih didominasi di empat kecamatan tersebut.

“Secara geografis bisa jadi yang pertama adalah struktur tanah untuk pembuatan sumur dalam atau artetis ini tidak bisa dilakukan karena bukan tempat sumber air, jadi ini penyebab kekeringan di wilayah tersebut,” pungkasnya.

Pos terkait