MATASEMARANG.COM – Mulai Senin, 6 Juli hingga 12 Juli 2026 mendatang, manajemen Trans Semarang menggelar masa uji coba operasional untuk armada bus listrik berukuran medium.
Selama satu minggu penuh masa uji coba tersebut, armada bus ramah lingkungan ini akan mengaspal khusus untuk melayani Koridor IV dengan rute Cangkiran-Stasiun Semarang Tawang.
Menariknya, para pelanggan setia dapat menikmati pengalaman berkendara dengan bus listrik baru ini dengan harga khusus, yakni Rp0 alias gratis.
Meskipun dikenakan tarif gratis atau tanpa biaya, pihak Trans Semarang tetap memberlakukan pencatatan sistem tiket sebagai bagian dari evaluasi operasional.
Oleh karena itu, terdapat beberapa aturan mekanisme pembayaran nontunai (cashless) yang wajib diperhatikan oleh calon penumpang:
- Hanya Menggunakan Kartu Bank: Transaksi tiket selama uji coba hanya bisa dilakukan menggunakan kartu uang elektronik (e-money) resmi keluaran dari empat bank mitra, yaitu Bank Mandiri, BCA, BRI, BNI, dan kartu Trans Semarang.
- Mekanisme Tap Kartu: Penumpang cukup menempelkan (tap) kartu ke alat mesin pembayaran yang telah disediakan di dalam bus. Karena tarif yang berlaku adalah Rp0, saldo di dalam kartu pelanggan dipastikan tidak akan berkurang sama sekali.
- QRIS Tidak Berlaku: Untuk masa uji coba kali ini, sistem pembayaran menggunakan QRIS tidak dapat digunakan. Hal ini dikarenakan regulasi sistem QRIS nasional menetapkan batas minimal nilai transaksi adalah sebesar Rp1 sehingga tidak memungkinkan memproses angka Rp0.
Bagaimana Jika Penumpang Tidak Memiliki Kartu Bank?
Bagi pelanggan yang tidak memiliki kartu uang elektronik dari bank di atas tetap diperbolehkan naik bus listrik.
Selama masa uji coba, petugas tiket yang bersiaga di dalam armada akan dengan sigap membantu proses transaksi Anda secara manual.
Hadirnya armada bus listrik medium di Koridor IV ini diharapkan tidak hanya mampu memangkas tingkat polusi udara di sepanjang rute Cangkiran hingga area Kota Lama, tetapi juga menjadi tolak ukur penting sebelum Trans Semarang melakukan digitalisasi dan elektrifikasi moda transportasi massal di Kota Semarang.
















