Siap Jajal Tanjakan Ekstrem Koridor 4 dan 8, Bus Listrik Hyundai Resmi Uji Coba Masuk Ekosistem Trans Semarang

Trans Semarang lakukan uji coba bus listrik Hyundai
Trans Semarang lakukan uji coba bus listrik Hyundai

MATASEMARANG.COM – Kota Semarang resmi menabuh genderang transisi menuju era bertransportasi bersih. Komitmen mewujudkan ekosistem transportasi publik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan tersebut ditandai dengan peluncuran uji coba satu unit bus listrik murni yang bakal beroperasi di jaringan jalanan ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Langkah taktis ini diawali lewat gelaran Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Membangun Ekosistem Transportasi Publik Ramah Lingkungan: Integrasi Aspek Keselamatan, Infrastruktur Pengisian Daya, dan Pembiayaan Angkutan Umum Berbasis Listrik di Kota Semarang”.

Agenda yang diselenggarakan di Hotel Metro Park View Semarang ini diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Semarang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang, serta didukung penuh oleh raksasa otomotif Hyundai Truck & Bus, Samudra Teknindo Hydraumatic, dan industri karoseri lokal kebanggaan Jateng, Karoseri Laksana.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  DP3AP2KB Jateng Imbau Media Tak Ekspos Wajah Anak dan Keluarga

Sebagai puncak acara, prosesi flag-off atau pelepasan armada bus listrik secara resmi dilakukan dari lokasi acara menuju Balai Kota Semarang. Langkah ini menandai dimulainya era baru layanan angkutan umum yang modern, senyap, dan bebas emisi gas buang (zero emission).

Sinergi Multisektor: Merumuskan Peta Jalan Green Transport

Forum bisnis dan regulasi ini sukses mempertemukan para pemangku kepentingan kunci guna mematangkan peta jalan (roadmap) elektrifikasi angkutan massal di Kota Atlas.

  • Regulator dan Operator: Ketua Organda Kota Semarang, Bambang Pranoto Purnomo, memaparkan anatomi transportasi kota saat ini sekaligus arah transisi armada. Bak gayung bersambut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyatakan kesiapan sistem BRT Trans Semarang untuk mengadopsi bus listrik.
  • Kesiapan Manufaktur: Perwakilan Hyundai Motor Asia Pasifik, Andreas, menegaskan komitmennya menyuplai armada EV (Electric Vehicle) yang tangguh. Unit Hyundai EV Bus ini tampil gagah dengan balutan bodi rakitan Karoseri Laksana.
  • Aspek Finansial & Hukum: Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang membedah regulasi penggunaan anggaran agar selaras dengan Peraturan Daerah (Perda). Sementara pengamat transportasi senior, Djoko Setijowarno, mengingatkan pentingnya skema business plan yang matang agar investasi teknologi ini tidak membebani operator dan tetap ramah di kantong penumpang.
  • Standar Keamanan: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut hadir merumuskan mitigasi risiko ekosistem baterai dan standar keselamatan operasional di jalan raya.
BACA JUGA  Komisi C Panggil Manajemen Trans Semarang Minta Keterangan Soal Kecelakaan Feeder

Uji Coba Satu Bulan: Sasar Koridor Ekstrem dan Rute Menanjak

Masa uji coba yang dijadwalkan berlangsung selama satu bulan ke depan ini akan menjadi pembuktian krusial bagi ketangguhan armada bus listrik sebelum nantinya diadopsi secara massal di seluruh koridor Trans Semarang.

Pihak pabrikan menyebut, kontur geografis Kota Semarang yang unik karena memiliki area dataran rendah (Semarang Bawah) dan perbukitan terjal (Semarang Atas) menjadi tantangan sekaligus tempat menguji performa kendaraan yang paling ideal.

BACA JUGA  Pria Misterius Tabrakkan Diri ke Bus Trans Semarang, Diduga Percobaan Bunuh Diri

“Uji coba sebulan ke depan ini sangat krusial untuk menjajaki koridor-koridor ekstrem yang selama ini menjadi tantangan berat bagi angkutan umum kita, seperti Koridor 4 dan Koridor 8 yang memiliki kontur pegunungan tajam,” jelas Andreas, perwakilan Hyundai Motor Asia Pasifik.

Melalui uji klinis di medan berat ini, tim teknis ingin memastikan bahwa performa motor listrik, daya tahan kapasitas baterai, hingga keandalan sistem pengereman Hyundai EV Bus benar-benar teruji aman saat menanjak maupun menurun di aspal Semarang.

Lewat realisasi proyek percontohan ini, Kota Semarang membuktikan diri tidak lagi sekadar berwacana dalam isu lingkungan, melainkan telah mengetuk palu dimulainya tata kelola transportasi publik modern yang bersih dan berkemanusiaan.

Pos terkait