Tim SAR Semarang Kibarkan Bendera Raksasa di Tebing Djaro Kendal

Personel penyelamat Kantor SAR Semarang membentangkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Djaro Kendal (foto: Basarnas Semarang)
Personel penyelamat Kantor SAR Semarang membentangkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Djaro Kendal (foto: Basarnas Semarang)
  • Tim SAR Semarang merayakan HUT ke-81 RI dengan membentangkan bendera Merah Putih 25×10 meter di Tebing Djaro, Kendal
  • Enam personel penyelamat mengibarkan bendera dengan cara menuruni tebing setinggi 40 meter (rappelling)
  • Acara yang dipimpin Kepala SAR Semarang Budiono ini diikuti 81 pegawai serta perwakilan potensi SAR sebagai wujud sinergi kemanusiaan

MATASEMARANG.COM – Kantor SAR Semarang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan mengibarkan bendera Merah Putih raksasa berukuran 25×10 meter di Tebing Djaro, Desa Pagertoyo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

BACA JUGA  Wakil Bupati Semarang Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik

Prosesi pengibaran bendera di dinding tebing setinggi 40 meter tersebut melibatkan setidaknya 20 personel penyelamat. Mereka bertugas menyusun sistem pengamanan, memantau keselamatan, hingga melakukan aksi pengibaran.

Berbeda dengan upacara bendera pada umumnya, puncak pengibaran dilakukan oleh enam personel penyelamat yang menuruni tebing menggunakan teknik rappelling sembari membentangkan gulungan bendera Merah Putih secara bersamaan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Penanaman 250 Pohon di Hulu Semarang, Wujud "The Green Legacy Project"

Kepala Kantor SAR Semarang Budiono memimpin langsung jalannya upacara seremonial tersebut. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa aksi di medan terjal ini mengandung makna perjuangan yang mendalam bagi seluruh insan pencari dan penolong.

“Di medan ketinggian ini, kita menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kemampuan, keberanian, profesionalisme, dan kepedulian terhadap sesama. Bagi insan SAR, kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diisi dengan pengabdian,” kata Budiono pada Rabu, 12 Agustus 2026.

BACA JUGA  Perpanjang SKCK di Semarang 2026: Syarat, Biaya, dan Prosedur Terbaru

Budiono menambahkan bahwa jiwa kemerdekaan bagi seorang penyelamat tercermin dari kesiapan mereka dalam menolong masyarakat yang tertimpa musibah di berbagai medan yang sulit.

“Setiap kali kita hadir membantu masyarakat yang mengalami musibah, setiap kali kita menembus medan yang sulit, dan setiap kali kita berusaha menyelamatkan satu jiwa, di situlah kita memberikan makna nyata bagi kemerdekaan,” tutur Budiono.

Pos terkait