Pertama di Indonesia, PMI Kota Semarang Terbitkan Kartu Donor Darah Huruf Braille untuk Tunanetra

Kartu Donor Darah dengan huruf braille (matasemarang.com/ Lia Dina)
Kartu Donor Darah dengan huruf braille (matasemarang.com/ Lia Dina)
  • PMI Kota Semarang terbitkan kartu donor darah dan golongan darah Braille untuk para penyandang tuna netra
  • Para tunanetra kini dapat membaca dan memverifikasi identitas donornya secara mandiri hanya dengan menunjukkan kartu tersebut

MATASEMARANG.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang mengukir sejarah baru dalam gerakan kemanusiaan inklusif. 

PMI Kota Semarang resmi menjadi pelopor pertama di Indonesia yang menerbitkan kartu identitas donor darah sekaligus kartu informasi golongan darah berhuruf braille khusus bagi penyandang disabilitas netra.

BACA JUGA  18 Donor Darah Akan Terima Pin Emas PMI Kabupaten Semarang

Inovasi ini diluncurkan secara resmi di Rumah Sahabat Netra Semarang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Kemanusiaan 2026 yang diusung PMI Kota Semarang bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang pada Selasa, 29 September 2026.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  2026, Semarang Siap Bertransformasi Hadapi Banjir

Ketua PMI Kota Semarang dr. Awal Prasetyo menegaskan bahwa terobosan ini dihadirkan untuk mengusung pesan mendasar mengenai kesetaraan penuh seluruh warga negara dalam aksi kemanusiaan tanpa terkendala fisik.

“Darah yang dihasilkan manusia tidak memiliki perbedaan aspek kualitas berdasarkan fisik donornya. Seorang dengan keterbatasan netra memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk membagikan sebagian hidupnya lewat donor darah kepada orang lain. Melalui peluncuran kartu braille ini, kami ingin menegaskan bahwa kemanusiaan adalah kesetaraan,” tegas dr. Awal.

BACA JUGA  Rumah Warga Terdampak Proyek Pakuwon Diperbaiki Mulai 18 Agustus 2026

Selama ini, penyandang disabilitas netra kerap menghadapi keterbatasan aksesibilitas informasi pribadi terkait aktivitas donor maupun kepastian golongan darah mandiri. 

Dengan kartu braille ini, para tunanetra yang jadi donor kini dapat membaca dan memverifikasi identitasnya secara mandiri hanya dengan menunjukkan kartu tersebut.

Ia mengatakan setiap warga disabilitas netra yang mendonorkan darahnya, baik donor rutin maupun yang baru pertama kali berpartisipasi akan langsung mendapatkan kartu bertekstur khusus tersebut.

Pos terkait