“Kartu donor dan golongan darah braille ini baru pertama kali di- launching di Kota Semarang melalui PMI. Langkah ini membuktikan bahwa perhatian masyarakat Kota Semarang terhadap isu kemanusiaan makin mendalam, meluas, dan bersifat inklusif bagi seluruh lapisan warga,” jelasnya.
Selain peluncuran kartu Braille, agenda Bulan Kemanusiaan 2026 yang mengangkat fokus utama layanan bagi kelompok lansia dan disabilitas ini juga diwarnai aksi sosial kolaboratif.
Melalui PMI Kota Semarang, Kejaksaan Negeri Kota Semarang menyalurkan bantuan fasilitas olahraga khusus berupa meja pingpong yang dirancang khusus untuk penyandang disabilitas netra (showdown table).
“Teman-teman dari Kejaksaan Negeri Kota Semarang menyumbangkan meja pingpong khusus tunanetra melalui PMI. Bantuan ini kami serahkan langsung agar rekan-rekan tunanetra di Rumah Sahabat Netra tidak hanya memiliki akses donor darah, tetapi juga sarana olahraga yang terfasilitasi dengan baik,” ungkapnya.
Melalui sinergi lintas instansi ini, PMI Kota Semarang berharap kepedulian terhadap kemanusiaan dan inklusivitas di Ibu Kota Jawa Tengah terus tumbuh, sekaligus menghapus stigma pembatas dalam aksi donor darah


















