DPU Kota Semarang: Drainase Besar Bukan Jaminan Bebas Banjir

Banjir Semarang (instagram @bpbdkotasemarang)
Banjir Semarang (instagram @bpbdkotasemarang)
  • DPU Kota Semarang menegaskan saluran drainase besar tetap berpotensi meluap jika tersumbat sampah dan lumpur
  • Pengendalian banjir membutuhkan integrasi antara fasilitas fisik, pemeliharaan rutin, daerah resapan, dan operasional rumah pompa
  • Pemkot Semarang mengimbau masyarakat untuk menjaga keberlangsungan fungsi drainase dengan tidak membuang sampah sembarangan

MATASEMARANG.COMDinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang menegaskan bahwa ukuran saluran drainase yang besar tidak serta-merta menjadi jaminan mutlak suatu kawasan bebas dari ancaman banjir.

Melalui pernyataan di akun Instagram resminya dikutip Sabtu, 15 Agustus 2026, DPU Kota Semarang menyebut persepsi masyarakat mengenai saluran berdimensi besar pasti bebas banjir sebagai sebuah anggapan yang kurang tepat.

BACA JUGA  Cuaca Semarang Panas Siang Hari, Genuk dan Sekitarnya Hujan Jelang Malam

Pihak DPU menjelaskan, meskipun keberadaan dimensi saluran yang memadai menjadi sarana penting dalam pengendalian luapan air, efektivitas fungsinya sangat bergantung pada pemeliharaan berkala dan kesatuan sistem penanganan.

Bacaan Lainnya

Terdapat dua faktor utama yang menentukan keberhasilan sistem drainase dalam menampung debit air hujan, yakni kondisi fisik saluran dan pengoperasian sistem pengendalian terpadu.

BACA JUGA  Objek Wisata Guci Tetap Siap Dikunjungi

Kapasitas penampungan air pada saluran besar dipastikan berkurang drastis apabila terjadi penumpukan sampah atau pendangkalan akibat sedimentasi lumpur. Penyumbatan ini memicu luapan air ke pemukiman saat intensitas hujan tinggi.

Integrasi Sistem Pengendalian dan Peran Masyarakat

DPU Kota Semarang menekankan bahwa upaya penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan fisik drainase semata.

Langkah tersebut harus diselaraskan dengan penyediaan daerah resapan air, pengoperasian pintu air, optimalisasi rumah pompa, hingga pembersihan tanaman pengganggu seperti eceng gondok di alur sungai utama.

BACA JUGA  Banjir Semarang Bagian Barat, Wali Kota: Seluruh Dinas Terkait Turun ke Lapangan!

Pemerintah Kota Semarang memastikan program pemeliharaan rutin serta normalisasi saluran akan terus berjalan di berbagai kawasan prioritas.

“Kami mengimbau keterlibatan aktif dari warga untuk merawat infrastruktur yang ada, terutama dengan disiplin tidak membuang sampah ke aliran sungai maupun drainase,” tulisnya.

Pos terkait