- Perbaikan lintasan lari TLJ gunakan metode patching dengan anggaran sekitar Rp1miliar
- Perbaikan lintasan lari ditargetkan selesai akhir Agustus
MATASEMARANG.COM – Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang memberikan klarifikasi terkait polemik pengerjaan perbaikan lintasan lari (jogging track) di Lapangan Tri Lomba Juang (TLJ) yang sempat viral di media sosial.
Masyarakat dan warganet sebelumnya mempertanyakan metode perbaikan yang terkesan hanya “menambal” bagian rusak, padahal anggaran yang beredar di publik disebut-sebut mencapai miliaran rupiah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Distaru Kota Semarang Ferry Kuntoaji menegaskan bahwa metode yang digunakan adalah patching atau penambalan/perbaikan pada bagian yang rusak saja. Menurutnya, pemilihan metode ini sudah memperhitungkan aspek efisiensi biaya, waktu, dan azas kebermanfaatan.
“Metode patching ini kita pilih berdasarkan fungsinya untuk masyarakat berolahraga. Yang diperbaiki ya pada kondisi yang rusak saja. Ibarat kata kalau ban kendaraan bocor, yang ditambal kan bagian bocornya, bukan langsung beli ban baru,” jelas Ferry, Kamis 13 Agustus 2026.
Ferry tidak menampik bahwa perbaikan dengan metode patching membuat tampilan lintasan terlihat berbeda antara material baru dan material lama, sebagaimana video drone yang beredar luas di media sosial.
“Memang akan terlihat mana bagian yang baru dan yang lama. Tapi niat utama kita adalah mengembalikan keberfungsiannya agar masyarakat bisa segera menggunakannya kembali,” jelasnya.
Terkait isu yang menyebutkan anggaran perbaikan mencapai Rp10 miliar, Ferry secara tegas membantahnya. Ia merincikan bahwa total pagu anggaran keseluruhan kawasan TLJ adalah Rp3,3 miliar, dengan rincian perbaikan lintasan lari (jogging track) sebesar Rp1 miliar, perbaikan lapangan tenis sebesar Rp1,5 miliar dan prasarana dan ruko dengan pagu awal Rp850 juta, namun nilai kontraknya sebesar Rp600 juta.

















