- PT Pupuk Indonesia (Persero) mencetak laba bersih Rp8,51 triliun pada Semester I-2026, naik 253 persen
- Perusahaan akan meremajakan 7 pabrik dalam 5 tahun ke depan dan merambah bisnis clean ammonia serta metanol
- Penyaluran pupuk bersubsidi tembus 5,13 juta ton per 12 Juli 2026 berkat digitalisasi sistem i-Pubers
MATASEMARANG.COM – Program transformasi di bawah komando Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berhasil mendongkrak kinerja keuangan PT Pupuk Indonesia (Persero) secara signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2026.
Pada periode Januari hingga Juni 2026, Pupuk Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp8,51 triliun, melonjak 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini ditopang oleh pendapatan perusahaan yang mencapai Rp59,67 triliun (naik 51 persen) serta peningkatan EBITDA sebesar 140 persen menjadi Rp14,28 triliun.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa capaian positif ini merupakan buah dari disiplin efisiensi biaya (cost leadership) dan kecemerlangan operasional (operational excellence).
“Berkat dukungan Danantara, transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, kami optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan,” ujar Rahmad, 13 Agustus 2026.
Diversifikasi Bisnis dan Revitalisasi 7 Pabrik
Untuk meredam gejolak harga komoditas global, Pupuk Indonesia memperkuat struktur bisnis melalui diversifikasi pendapatan dari segmen non-subsidi dan produk non-pupuk.
Regulasi penunjang seperti Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 juga menjadi pendorong utama efisiensi tata kelola perusahaan.
Sejalan dengan arahan Danantara untuk mengoptimalkan portofolio aset BUMN, Pupuk Indonesia berkomitmen melakukan revitalisasi terhadap 7 pabrik dalam 5 tahun ke depan.

















