Semester I 2026, Laba Pupuk Indonesia Meroket 253 Persen

ilustrasi pupuk (foto: Pupuk Indonesia)
ilustrasi pupuk (foto: Pupuk Indonesia)

Selain itu, perusahaan tengah menyiapkan ekspansi ke sektor clean ammonia, pengembangan metanol beserta turunannya, serta penguatan lini industrial support.

“Bagi kami, keberlanjutan laba bukan soal mengejar angka tertinggi tiap tahun, tapi memastikan fondasi yang cukup kuat untuk tetap tumbuh meski kondisi global berubah-ubah,” pungkasi Rahmad.

Penyaluran Pupuk Subsidi Makin Cepat dan Tepat Sasaran

Transformasi struktur bisnis ini turut membawa dampak langsung bagi para petani di akar rumput. Berkat penerapan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan integrasi aplikasi i-Pubers, tata kelola dan distribusi pupuk bersubsidi kini menjadi lebih ringkas dan transparan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Purbaya Tolak Beri Insentif Pajak Aksi Korporasi BUMN Usulan Danantara

Hingga 12 Juli 2026, Pupuk Indonesia mencatat penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 5,13 juta ton atau sekitar 52 persen dari total alokasi pemerintah sebesar 9,8 juta ton.

Capaian ini melanjutkan tren positif tahun 2025 lalu, di mana perusahaan berhasil menyalurkan 8,11 juta ton pupuk bersubsidi (naik 10,68 persen YoY).

Dengan kapasitas produksi nasional mencapai 14,8 juta ton per tahun, Pupuk Indonesia memastikan stok dalam negeri tetap aman terkendali sembari menangkap peluang pasar internasional.

Pos terkait