Saat ini, progres pengerjaan lapangan dan lintasan lari sudah mencapai 80 persen. Distaru menargetkan lintasan lari TLJ sudah bisa rampung dan kembali dibuka untuk umum pada akhir Agustus. Setelah pengerjaan lintasan selesai, fokus perbaikan akan bergeser ke area lapangan tenis.
Terkait sorotan warganet mengenai penunjukan langsung kontraktor, Ferry menjelaskan bahwa penyedia jasa yang ditunjuk merupakan distributor resmi tunggal untuk material lintasan tersebut di Indonesia, yang juga mengerjakan proyek serupa di Stadion Jatidiri.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa proses lelang dan mekanismenya bukan berada di ranah Distaru.
“Proses lelang bukan di kami, melainkan di Bagian Pengadaan Barang/Jasa. Kami kapasitasnya sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) yang melaksanakan proyek. Namun saya yakin seluruh prosesnya sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

















