- Anggaran infrastruktur Disperkim kena hold sampai 19 persen
- Disperkim akan lakukan prioritas penanganan infrastruktur
MATASEMARANG.COM – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang melakukan penyesuaian pelaksanaan program kerja menyusul kebijakan penundaan (hold) anggaran Pemkot Semarang yang mencapai sekitar 19 persen. Penundaan anggaran terbesar dialami oleh sektor infrastruktur fisik, seperti pembangunan saluran air dan talud.
Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah pemotongan permanen, melainkan penundaan pelaksanaan (hold) sementara waktu sambil menantikan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di semester kedua.
“Sebenarnya bukan diefisiensikan, tapi di-hold dulu. Kami masih tetap optimistis pemerintah kota bisa mengejar target PAD. Capaian semester pertama sudah 46 persen, dan di akhir Desember diproyeksikan bisa mencapai target 90 persen sehingga anggaran yang di-hold ini nantinya bisa dijalankan kembali,” kata Pipie, sapaan akrabnya, di Balai Kota Semarang, Senin 10 Agustus 2026.
Pipie mengatakan untuk memastikan pelayanan publik dan kebutuhan infrastruktur warga tidak terganggu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi antisipasi.
Salah satunya dengan memaksimalkan sistem pemeliharaan, yakni dengan pengoperasian anggaran pemeliharaan yang ada difokuskan untuk perbaikan ringan.
Selain itu, Disperkim juga akan lebih selektif dalam melakukan perbaikan, seperti melakukan penambalan (patching) pada jalan atau fasilitas yang rusak ringan, daripada melakukan overlay (pengaspalan ulang secara menyeluruh) untuk menghemat anggaran.

















