MATASEMARANG.COM – Kondisi keuangan daerah (fiskal) Kota Semarang dipastikan tetap kuat dan mampu memenuhi seluruh kewajiban belanja pegawai hingga akhir tahun 2026.
Hal tersebut termasuk pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), serta PPPK paruh waktu.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang Tuning Sunarningsih mengatakan kemampuan keuangan daerah telah dihitung dan diproyeksikan hingga Desember 2026.
“Kemampuan fiskal Kota Semarang sampai bulan Desember ini aman. Pembayaran gaji PPPK, baik PPPK penuh maupun PPPK paruh waktu, sudah kami proyeksikan hingga Desember 2026 dan 100 persen aman,” kata Tuning, Jumat, 3 Juli 2026.
Tuning menjelaskan porsi belanja pegawai pada APBD 2026 berkisar 29,9 persen. Tentu angka ini masih sesuai dengan apa yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat yang menetapkan batas maksimal sebesar 30 persen dari APBD.
“Selama ini kami selalu berusaha memenuhi mandatori dari pemerintah pusat. Untuk belanja pegawai tahun 2026 sekitar 29,9 persen, sehingga masih berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan,” tuturnya.
Besaran anggaran pegawai mencapai sekitar Rp800 miliar untuk membiayai 16.415 ASN yakni PNS, CPNS, PPPK penuh waktu dan PPPK paruh waktu.
Tuning mengatakan dengan kuatnya kondisi fiskal Kota Semarang tidak terlepas dari tingginya tingkat kemandirian daerah. Salah satu faktor utamanya adalah optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus didorong Pemerintah Kota Semarang.


















