Masuk Musim Kemarau, Kualitas Udara di Semarang Masih dalam Kategori Sehat

Tim DLH lakukan pengecekan udara di Semarang. (matasemarang.com/Lia Dina)
Tim DLH lakukan pengecekan udara di Semarang. (matasemarang.com/Lia Dina)

MATASEMARANG.COM – Kondisi cuaca di Kota Semarang mulai memasuki musim kemarau. Hal ini ditandai dengan cuaca panas terik pada siang hari. Hal ini juga memicu kelembapan udara yang lebih tinggi dan banyak debu di jalanan.

Meski demikian, kualitas udara di Kota Semarang masih dalam kategori sehat. Hal ini terlihat dari data Indeks Standar Pencemar udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup pada Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien (SPKUA) yang dipasang di wilayah Kecamatan Mijen Kota Semarang.

BACA JUGA  Kolam Retensi Diharap Mampu Atasi Banjir di Kawasan Timur Semarang

Dari pantauan ISPU pada Rabu 1 Juli 2026, kualitas udara di sekitarnya berada di angka 57 untuk parameter sulfur dioksida (SO2), dan termasuk dalam kategori sedang.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kota Semarang Khoirul Huda mengatakan bahwa kadar SO2 yang terukur di alat ini menunjukkan indeks yang paling tinggi dibandingkan parameter lainnya.

BACA JUGA  Kapolsek Tembalang Dorong Bhabinkamtibmas Aktif Dekatkan Diri ke Masyarakat

“Angka indeksnya menunjukkan kadar SO2, misal sekian mikro gram per meter kubik (ug/m3) nanti dimasukkan rumus ketemu angka 57 itu, artinya masuk kategori sedang,” kata Huda, Rabu, 1 Juli 2026.

Menurutnya, untuk parameter yang lain masih kategori baik (warna hijau). Parameter yang diukur antara lain partikulat (PM10), partikulat (PM2.5), karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), ozon (O3) dan hidrokarbon (HC).

Berdasarkan Permen LHK Nomor P.14/2020 tentang ISPU, kategori rendah memiliki angka rentang indeks 1-50 (warna hijau), lalu, 51-100 kategori sedang (warna biru), 101 -200 kategori tidak sehat (warna kuning), dan 201- 300 kategori sangat tidak sehat (warna merah), dan di atas 301 berbahaya (warna hitam).

Pos terkait