Di Depan Gus Yasin, Mahasiswa UIN Walisongo Bentangkan Poster “Semarang Menolak Tenggelam”

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat berdialog dengan mahasiswa FISIP UIN Walisongo terkait isu penurunan tanah Semarang (foto: Pemprov Jateng)
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat berdialog dengan mahasiswa FISIP UIN Walisongo terkait isu penurunan tanah Semarang (foto: Pemprov Jateng)
  • Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen mengajak mahasiswa UIN Walisongo berdialog usai pembentangan poster “Semarang Menolak Tenggelam” pada Selasa, 18 Agustus 2026
  • Pemprov Jateng menggandeng perguruan tinggi untuk program Hybrid Sea Wall serta mengawal proyek Giant Sea Wall prioritas Semarang yang dijadwalkan mulai 2027
  • Program desalinasi air laut diproyeksikan untuk mengurangi ketergantungan penggunaan air tanah di wilayah pesisir

MATASEMARANG.COM – Aksi pembentangan poster bertuliskan “Semarang Menolak Tenggelam” mewarnai Orasi Kebangsaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo Semarang pada Selasa, 18 Agustus 2026.

BACA JUGA  Ini Dia Daftar Nama Calon Direksi BUMD Kota Semarang Tahun 2025 yang Lolos Administrasi

Melihat aksi belasan mahasiswa di tengah acara, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi justru menghentikan orasinya dan mengajak perwakilan mahasiswa maju ke panggung utama untuk menyampaikan aspirasi.

“Sini, ada adik-adik yang di belakang coba yang bawa spanduk ke sini satu. Maju satu. Ada yang ingin menyampaikan?” kata Taj Yasin Maimoen pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pemkot Semarang Kemungkinan Intervensi Donatur PSIS, Walikota Agustina: Sedang Dipelajari

Mahasiswa FISIP UIN Walisongo angkatan 2024 Jolang Teja Manah memaparkan bahwa poster tersebut merupakan cerminan keresahan mahasiswa atas penurunan tanah (land subsidence) dan banjir rob yang menghimpit permukiman warga di Mangkang Wetan akibat tekanan kawasan industri dan ekstraksi air tanah.

Taj Yasin menjelaskan bahwa Pemprov Jateng telah melakukan langkah konkret dalam menangani rob secara bertahap.

Penanganan infrastruktur berhasil meminimalisasi banjir rob di kawasan Kaligawe dan kini bergeser mengamankan wilayah timur hingga batas Demak.

BACA JUGA  Pengamanan Gereja dan Titik Keramaian Jadi Fokus Polsek Tembalang saat Nataru

Pemprov Jateng bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) dalam merancang dan menerapkan skema Hybrid Sea Wall di sejumlah kawasan pesisir seperti Jepara, Demak, dan Pemalang.

Namun, Taj Yasin mengakui bahwa penanganan wilayah pesisir secara menyeluruh membutuhkan alokasi dana hingga triliunan rupiah yang melampaui kemampuan APBD provinsi semata.

Pos terkait