- Bayi laki-laki ditemukan terlantar di pekarangan kosong Perum Banpres, Tlogomulyo, Pedurungan, Semarang, Senin, 28 September 2026, setelah tangisannya terdengar warga
- Bayi ditemukan dalam kondisi memar di dada dan luka di bibir, kini dirujuk ke RS Wongsonegoro Semarang
- Polsek Pedurungan mendalami kasus ini lewat keterangan saksi dan penelusuran rekaman CCTV guna mengungkap identitas orang tua bayi
MATASEMARANG.COM – Suasana pagi di Perum Banpres RT 01/RW 02, Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, mendadak diwarnai kepanikan warga, Senin, 28 September 2026.
Sekitar pukul 05.30 WIB, seorang bayi laki-laki ditemukan tergeletak dalam posisi tengkurap di sebidang pekarangan kosong.
Penemuan bermula ketika Fitriani (47), salah satu warga setempat mendengar suara tangisan dari arah lahan kosong tersebut.
Penasaran dengan sumber suara, ia mendekat dan mendapati bayi tersebut sendirian di lokasi.
Fitriani segera meminta bantuan tetangganya, Reni Rahmawati (43), yang kemudian meneruskan laporan kepada Ketua RW setempat.
Informasi penemuan bayi itu bergulir cepat hingga sampai ke Bhabinkamtibmas dan Polsek Pedurungan.
Bersama warga, petugas segera membawa bayi tersebut ke Puskesmas Bangetayu, Genuk, guna mendapat pemeriksaan medis awal.
Hasil pemeriksaan tenaga medis menunjukkan bayi tersebut memiliki berat 3 kilogram dengan panjang badan 48 sentimeter.
Yang mengkhawatirkan, ditemukan pula memar di area dada serta luka pada bagian bibirnya.
Kondisi ini membuat bayi harus segera dirujuk ke RS Wongsonegoro (RSWN) Ketileng Semarang untuk penanganan lebih intensif.
Di sisi penyelidikan, Pawas Piket Fungsi Polsek Pedurungan Iptu Makmun turun langsung ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara sekaligus mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Tak hanya itu, Kapolsek Pedurungan Kompol Navy turut terjun memantau langsung jalannya olah TKP dan memastikan setiap langkah penanganan berjalan sesuai prosedur.


















