AI Bisa Menipu, Masyarakat Diminta Tak Telan Mentah-Mentah Jawaban Kecerdasan Buatan

ilustrasi AI (pixabay/ tungnguyen0905)
ilustrasi AI (pixabay/ tungnguyen0905)
  • Kemkomdigi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) karena rentan keliru
  • Direktur Kemitraan Komunikasi Kemkomdigi Marroli Jeni Indarto menyatakan AI bekerja berdasarkan pola sehingga kebenarannya wajib diverifikasi ulang

MATASEMARANG.COM – Jawaban yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang terdengar meyakinkan tidak otomatis membuktikan bahwa suatu informasi tersebut benar.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara tegas mengingatkan masyarakat luas agar senantiasa memeriksa sumber serta mengonfirmasi fakta sebelum mempercayai atau membagikan informasi dari AI.

Imbauan penting ini terutama ditekankan ketika informasi yang dihasilkan menyangkut isu kebijakan pemerintah maupun dugaan pembatasan konten di ruang digital publik.

Bacaan Lainnya

Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kemkomdigi Marroli Jeni Indarto menjelaskan bahwa meskipun teknologi AI sudah semakin masif digunakan dalam keseharian, hasil keluarannya belum tentu sepenuhnya akurat.

“Kita hampir setiap hari banyak menggunakan AI untuk mencari informasi, belajar, dan bekerja,” ujar Marroli Jeni Indarto saat memberikan keterangan dalam acara Ngopi Bareng di Kantor Kementerian Komdigi, Kamis, 29 Oktober 2026.

“AI memiliki banyak manfaat, namun kita tetap harus kritis bahwa AI juga menghasilkan jawaban itu juga berdasarkan pola, jadi belum tentu ada kebenaran dalam AI itu,” jelasnya.

Marroli mengingatkan bahwa sebagian besar platform teknologi telah menyertakan catatan klarifikasi bahwa sistem AI memiliki potensi membuat kesalahan operasional (hallucination).

Oleh karena itu, intervensi dan kejelian manusia tetap dibutuhkan guna mengonfirmasi kebenaran dari setiap informasi yang diterima dari sistem mesin cerdas tersebut.

Pos terkait